Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
800

Hanya Menggugat Satu Perusahaan, Gugatan Tidak Dapat Diterima

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Mojokerto | Karena mendalilkan bekerja pada dua perusahaan sekaligus, yaitu di PT Dwi Mulya Jaya dan PT Yege Putra Mas, gugatan Supriyono dianggap error in persona oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (28/01/2015) lalu. Pasalnya, Supriyono dalam surat gugatannya tertanggal 3 Nopember 2014, hanya menggugat Dwi Mulya Jaya, yang beralamat di Jl. Muria Raya, No. 56, Wates, Kota Mojokerto.

“Majelis berkesimpulan, bahwa benar antara PT Dwi Mulya Jaya dengan PT Yege Putra Mas secara yuridis formal adalah merupakan dua badan hukum yang sendiri-sendiri dan berbeda. Sehingga menurut Majelis, masing-masing adalah merupakan subyek hukum yang memiliki kewajiban, hak dan tanggung jawab hukum yang terpisah antara satu dengan lainnya, sekalipun dimungkinkan secara faktual keduanya benar dimiliki oleh orang atau pihak yang sama,” jelas Hakim Yapi saat membacakan pertimbangan hukum dalam perkara yang diregisterasi dengan Nomor 123/G/2014/PHI/PN.Bdg itu.

Lebih lanjut Hakim Yapi selaku Ketua Majelis Hakim dalam perkara tersebut, menyatakan bahwa oleh karena Supriyono hanya menarik PT Dwi Mulya Jaya saja sebagai pihak tergugat, maka menurut ia, gugatan Supriyono tidak lengkap dalam menarik pihak yang seharusnya digugat (plurium litis consortium).

“Menimbang, berdasarkan hal tersebut diatas maka sudah cukuplah terdapat alasan bagi Majelis dengan tanpa mempertimbangkan hal-hal yang lainnya, menyatakan bahwa gugatan yang diajukan oleh Penggugat dalam perkara ini tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard) karena kurang pihak,” tegas Yapi.

Sebelumnya, Supriyono menuntut kepada PHI Surabaya, untuk menghukum PT Dwi Mulya Jaya membayar uang pesangon, upah selama tidak dipekerjakan sejak Maret 2014, bonus, THR dan iuran jaminan sosial, yang seluruhnya berjumlah lebih dari Rp.692,3 juta. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of