Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
284

Hingga Maghrib Usai, Ratusan Buruh Masih Bertahan di Depan Istana

Para peserta aksi masih bertahan di depan Istana hingga Maghrib usai.
Para peserta aksi masih bertahan di depan Istana hingga Maghrib usai.
Para peserta aksi masih bertahan di depan Istana hingga Maghrib usai.

Jakarta | Ratusan buruh dari Jakarta, Bekasi dan Karawang, hingga Rabu (28/10) Pukul 18.00 Wib masih bertahan di depan Istana Negara, Jakarta. Mereka ingin Presiden Jokowi membatalkan Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, yang dianggap telah mengebiri kewenangan Dewan Pengupahan.

Petugas keamanan yang berjaga-jaga sejak para peserta aksi datang, petang tadi, mulai secara perlahan-lahan membuka arus lalu lintas dari arah Medan Merdeka Utara menuju Harmoni. Kondisi demikian, membuat para peserta aksi dihadapkan oleh ramainya arus lalu lintas, terutama sepeda motor. Sepertinya, aparat keamanan berusaha mendesak agar para peserta aksi segera membubarkan diri.

Akhirnya, tepat Pukul 18.20 Wib, para peserta aksi mulai mundur perlahan setelah bernegosiasi dengan petugas keamanan, demikian disampaikan oleh Morghana, salah satu peserta aksi dari Serikat Pekerja Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI). Berdasarkan pantauan buruhonline, aksi kali ini diikuti oleh PPMI, Geber BUMN, GSPB, SGMBN, FSPASI dan FSBDSI.

Sebelum bergerak ke istana, para peserta aksi terlebih dahulu mendatangi Kementerian Ketenagakerjaan di Jl. Gatot Soebroto, Jakarta. Mereka menuduh Pemerintahan Jokowi-JK lebih banyak menjadi pelayan pemilik modal, yang salah satunya tertuang didalam PP Pengupahan.

Dalam PP tersebut, para pengunjukrasa menilai keanggotaan serikat pekerja di Dewan Pengupahan untuk memberikan rekomendasi besaran upah kepada Gubernur, tidak lagi diperlukan. Sebab, Gubernur diharus menetapkan besaran upah minimum dengan rumusan dalam formula yang telah ditetapkan oleh PP Pengupahan. “Ketentuan itu yang merugikan kami sebagai buruh,” teriak salah satu anggota dari Serikat Pekerja Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) didepan Kemenaker siang tadi. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of