Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
357

Perjuangan Buruh Masih Tetap Berlanjut, Tolak Formula Kenaikan Upah

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Jakarta | Perjuangan buruh masih tetap berlanjut dalam memperjuangkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) untuk mereka. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Bersama KSPSI AGN, KSBSI, KPBI, KASBI, SPN, FSPMI dan 60 Federasi Serikat Pekerja lainnya yang tergabung dalam Komite Aksi Upah (KAU) yang beranggotakan puluhan juta buruh memutuskan akan melakukan perlawanan, Senin (26/10).

“Menolak formula kenaikan upah minimum sama dengan inflasi ditambah PDB, menolak RPP upah, dan memperjuangkan kenaikan upah minimum provinsi dan upah minimum kabupaten 2016 berkisar 22% sampai 25%,” kata Presiden KSPI, Said Iqbal dalam rilis persnya yang diterima redaksi.

Ia mengatakan, dalam memperjuangkan hal tersebut, persatuan buruh yang tergabung dalam KAU akan melakukan aksi besar-besaran dan terus menerus. Aksi tersebut akan dilakukan hari ini, Senin (26/10) sampai dengan bulan Desember mendatang. “Senin 26 Oktober konvoi buruh di kawasan Industri se-Indonesia, Seperti Pulo Gadung, KBN Cakung, MM2100, Jababeka, Ejip, KIIC Karawang, Cikupa Tangerang,” papar Said Iqbal.

Selain beberapa tempat di Jabodetabek yang disebutkannya, aksi buruh juga akan dilakukan di daerah lainnya. Seperti, Ngoro Sidoarjo, PIR Pasuruan, KIM Medan, dan lainnya. “30 Oktober 50 ribu buruh KSPI dan KSPSI aksi di istana. Sepanjang November aksi buruh di masing-masing kantor bupati dan gubernur serta melumpuhkan kawasan industri juga pelabuhan,” jelasnya.

“Desember mogok Nasional 5 juta buruh di 200 kabupaten dan kota,” pungkas Said Iqbal. (***ef)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of