Type to search

Berita

PHI Bandung Tegaskan Syarat Mogok Adalah Risalah Gagalnya Perundingan

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Bandung | Penutupan (lock out) yang dilakukan oleh CV Sungai Indah sejak tanggal 22 Januari 2014, dinyatakan sah oleh Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Senin (24/8/2015). “Menyatakan penutupan perusahaan (lock out) oleh Tergugat dapat dibenarkan dan sah menurut hukum,” ujar Hakim Kartim Haeruddin saat membacakan amar putusan dalam sidang terakhir atas gugatan yang diajukan oleh Sdr. Atep, dkk (657 orang).

Dalam pertimbangan hukumnya, Hakim Kartim merujuk pada ketentuan Pasal 4 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor : Kep-232/Men/2003, yang secara tegas menyatakan, bahwa gagalnya perundingan harus dinyatakan oleh para pihak dalam risalah perundingan. Dengan demikian, karena tidak diketemukannya alat bukti yang menguatkan adanya kebuntuan perundingan, maka mogok kerja yang dilakukan oleh Sdr. Atep pada 21 Januari 2014, adalah tidak sah.

“Setelah diteliti oleh Majelis Hakim berdasarkan fakta hukum yang terungkap di persidangan, tidak ditemukan alat bukti yang menyatakan perundingan mengalami jalan buntu yang dituangkan dalam risalah pertemuan bipartit, sehingga haruslah dinyatakan mogok kerja yang dilakukan para Penggugat, adalah mogok kerja tidak sah, karena bukan sebagai akibat gagalnya perundingan yang dinyatakan secara tegas dalam risalah bipartit,” ujar Hakim Kartim membacakan pertimbangan hukum dalam Putusan Nomor 104/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg.

Selain itu, PHI Bandung juga menolak tuntutan atas pembayaran upah selama mogok kerja dan penutupan perusahaan sebesar lebih dari Rp.1,2 miliar. Serta menolak permohonan sita jaminan terhadap 4 (empat) mobil milik perusahaan yang beralamat di Jalan Laswi, No.124 Majalaya, Kabupaten Bandung itu. “Menimbang, bahwa berdasarkan segenap pertimbangan tersebut diatas, maka cukup alasan bagi Majelis menyatakan Gugatan para Penggugat ditolak untuk seluruhnya,” jelas Hakim Kartim.

Sebelumnya, PHI Bandung telah menolak dalil eksepsi yang diajukan oleh perusahaan. Dalam eksepsinya, CV Sungai Indah membantah jika jumlah penggugat adalah sebanyak 657 orang. Sebab, sebanyak 37 orang telah mengundurkan diri sebelum gugatan diajukan ke PHI. Menurut PHI, kebenaran jumlah penggugat membutuhkan pembuktian yang sudah memasuki substansi pokok perkara. “Oleh karena itu Eksepsi Tergugat akan di pertimbangan bersama dalam pokok perkara, sehingga haruslah dinyatakan Eksepsi Tergugat tidak dikabulkan dan haruslah ditolak,” tutur Hakim Kartim. (***Ys)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *