Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
475

Puluhan Pengurus Serikat Pekerja se-Jawa Tengah Gelar Pelatihan

Muhammad Hafidz, salahsatu narasumber.
Muhammad Hafidz, salahsatu narasumber.
Muhammad Hafidz, salahsatu narasumber.

Semarang | Adanya anggapan negatif terhadap buruh dalam rangka memperjuangkan hak anggotanya selama in, ditepis dengan gelaran pelatihan hukum acara di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) yang dilakukan oleh lebih dari 30 (tiga puluh) pengurus serikat pekerja ditingkat perusahaan yang berada di Provinsi Jawa Tengah, selama 3 (tiga) hari sejak 30 September hingga 2 Oktober 2015.

Diantaranya peserta berasal dari serikat pekerja yang beraffiliasi dengan Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Minuman (FSP RTMM), Serikat Pekerja Bank Central Asia (SP BCA), dan lainnya.

Pelatihan yang kali ini diadakan di Hotel Quest, Semarang menuntut peserta untuk terlibat aktif dalam menyusun gugatan dan jawaban dalam beracara di PHI, guna sebagai upaya menyelesaikan perselisihan hubungan industrial yang terjadi dengan perusahaannya. Demikian dikatakan Partono, staff Direktorat Jenderal Kelembagaan Hubungan Industrial pada Kementerian Ketenagakerjaan, Kamis (1/10) kemarin.

Dirinya berharap, pengadaan pelatihan tersebut dapat membantu peran serikat pekerja dalam meningkatkan kemampuannya beracara di pengadilan. Lebih lanjut ia mengatakan, kondisi para pengurus serikat buruh yang masih kurang memahami hukum acara, dapat menyebabkan buruh tidak mendapatkan hak-hak yang telah dijamin dalam undang-undang. Oleh sebab itu, Partono menilai penyelesaian melalui lembaga peradilan hubungan industrial, harus dilakukan karena merupakan instrument hukum yang disediakan oleh undang-undang.

Dikatakan Sumirah, yang juga rekan Partono di Ditjen PHI, dirinya mengapresiasi usaha keras yang dilakukan oleh para peserta yang hadir. Menurutnya, hasil diskusi sejak siang hingga malam yang dilakukan para peserta yang dibagi empat kelompok oleh fasilitator, setidaknya membuahkan kemampuan mereka untuk menyusun gugatan dan jawaban. (***PD)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of