Minggu, 21 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
411

RPP Pengupahan Belum Disahkan, Upah Jakarta 2016 Diprediksi Rp 3,19 Juta

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta | Rencananya Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta, Selasa (27/10) besok akan memulai sidang perdana penetapan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta untuk tahun 2016. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, Priyono mengatakan, penetapan UMP DKI 2016 akan ditetapkan dengan menggunakan mekanisme yang lama, yaitu dengan mempertimbangkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) tahun sebelumnya.

Menurutnya, cara perhitungan tersebut ditempuh, karena rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengupahan belum disahkan oleh Presiden Jokowi. Didalam RPP tersebut, diantaranya adalah mengatur secara khusus kebijakan pengupahan, yang merupakan tindak-lanjut dari Paket Kebijakan Ekonomi IV Pemerintah.

RPP tersebut mengatur penetapan besaran upah minimum adalah upah minimum tahun sebelumnya ditambah persentase inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu pula, KHL yang kini sebanyak 60 (enam puluh) komponen akan ditinjau setiap 5 (lima) tahun sekali.

Jum’at (23/10) kemarin, Priyono juga menyampaikan, bahwa besaran KHL tahun 2015 yang telah ditetapkan oleh Dewan Pengupahan berdasarkan hasil survei yang dilakukan sejak Juni 2015 sebanyak 4 (empat) kali, sebesar Rp.2,98 juta. Angka tersebut naik sebesar 14,2 persen atau Rp.441 ribu dari KHL tahun 2014 sebesar Rp.2,53 juta.

Jika perhitungan UMP masih menggunakan mekanisme yang sama dengan tahun sebelumnya, yaitu KHL 2014 ditambah inflasi (sebagai indeks harga konsumen) Juni 2014 (6,7 persen) sebesar Rp.2,7 juta. Maka perhitungan UMP DKI 2016 adalah KHL 2015 ditambah inflasi Juni 2015 (7,2 persen), yaitu Rp.3,19 juta. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of