Type to search

Berita

Tidak Ada Kesepakatan, PHI Perintahkan Perusahaan Bayar Kekurangan Pesangon

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Surabaya | Gugatan Mochamad Rofi Abzhar yang menuntut agar PT Mitralab Buana Surabaya mempekerjakan kembali dirinya, setelah diberikan uang pesangon sebesar Rp.5,7 juta, dikabulkan sebagian oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (7/9/2015) lalu.

PHI Surabaya beralasan, bahwa pembayaran uang pesangon yang diberikan oleh perusahaan, seharusnya adalah hasil kesepakatan antar pekerja dengan perusahaan yang ditanda-tangani oleh kedua belah pihak dalam bentuk persetujuan bersama (PB), dan didaftarkan di PHI Surabaya. Namun ternyata pembayaran uang pesangon hanya dituangkan dalam lembaran kuitansi, sehingga tidak memenuhi ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang.

“Menimbang, bahwa jika sudah terjadi kesepakatan seharusnya dituangkan dalam bentuk persetujuan bersama yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dan didaftarkan pada pengadilan. Sehingga memenuhi ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang, oleh karenanya atas dalil Tergugat tersebut tidak dapat dipertimbangkan dan harus dikesampingkan,” ujar Hakim Isjuaedi selaku Ketua Majelis Hakim membacakan pertimbangan hukum menolak dalil perusahaan yang menyatakan perselisihan dengan pekerja telah selesai.

Atas hal tersebut, kemudian PHI Surabaya dalam amar putusannya Nomor 62/G/2015/PHI.Sby., mengabulkan sebagian gugatan Rofi, yaitu dengan memerintahkan perusahaan yang berada di Jl. Kutisari, No.16C, Surabaya itu, untuk membayar kekurangan uang pesangon kepada pekerja yang baru bekerja tepat dua tahun tersebut sebesar lebih dari Rp.9,8 juta. (***Ys)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *