Type to search

Sekitar Kita

Usulan Buruh: Jokowi Jadi Ketua RT Saja!

Share
(Foto: metrosemarang.com)

(Foto: metrosemarang.com)

Semarang | Ratusan buruh yang melakukan aksi di depan gerbang Balai Kota Semarang, Selasa (27/10), menilai tindakan yang dilakukan Presiden Joko Widodo yang menandatangani PP Pengupahan nomor 78 tahun 2015 adalah tindakan ceroboh. Di situ perwakilan buruh tidak merasa diajak berunding dan hanya disuguhkan hasil jadi dalam bentuk peraturan.

“Kami sama sekali tidak dilibatkan. Penetapan UMK sebaiknya berdasarkan rapat pleno Dewan Pengupahan, bukan berdasarkan keputusan secara sepihak,” kata koordinator aksi Suwardiyono.

Para buruh meneriakkan Presiden Joko Widodo asal tanda tangan tanpa membaca situasi terlebih dahulu. “Kalau tidak mampu jadi pemimpin, jadi ketua RT saja,” pekik seorang buruh menyambut orasi rekannya.

Mereka meminta Wali Kota untuk berjuang bersama buruh dengan memastikan usulan Dewan Pengupahan, yakni Rp 2,5 juta dapat diterapkan di Semarang dan selanjutnya didorong menuju Provinsi untuk dijadikan UMK 2016.

Namun upaya tersebut gagal lantaran tidak ada perwakilan dari Pemerintah Kota Semarang yang dapat menemui demonstran yang kemudian bertolak menuju Jalan Pahlawan. (*de)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *