Selasa, 15 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
564

Buntut Bentrok Buruh di Istana, Polisi Tetapkan Sekjend KSPI Sebagai Tersangka

Muhammad Rusdi, Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Muhammad Rusdi, Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Muhammad Rusdi, Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Jakarta | Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti memastikan pihak kepolisian sudah melayangkan surat panggilan kepada Muhammad Rusdi, Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Kamis (19/11) malam. Menurut Krishna, Rusdi dipanggil dalam rangka melengkapi berita acara pemeriksaan atas aksi buruh yang berujung kisruh di depan Istana Negara, Jakarta, 30 Oktober lalu.

Lebih lanjut, menurut Krishna, Rusdi dipanggil sebagai tersangka atas dugaan melawan perintah kepolisian untuk segera membubarkan diri, karena melewati batas waktu unjuk rasa yaitu Pukul 18.00 Wib. Dalam aksi yang berakhir dengan penangkapan 23 orang itu, Polisi menjerat para buruh dengan Pasal 216 jo. Pasal 218 KUHP, dengan ancaman kurungan empat bulan penjara.

Sementara itu, pihak KSPI menuding tindakan kepolisian yang memanggil Rusdi menjelang mogok nasional pada 24-27 Nopember pekan depan, merupakan bagian dari cara Pemerintah untuk menggagalkan upaya buruh untuk mendesak Pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

KSPI yang tergabung dalam Gerakan Buruh Indonesia-Komite Aksi Upah (GBI-KAU) akan tetap menggelar aksi mogok nasional. Sebagai pra kondisi, para buruh akan menggelar apel siaga pada Jum’at (20/11) siang nanti di Tugu Proklamasi, Jakarta. Apel siaga tersebut, akan diikuti oleh satgas organisasi pekerja yang tergabung dalam GBI-KAU. Diantaranya adalah Garda Metal, Brigade, Godam, Bambu, dan Bapor. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of