Type to search

Sekitar Kita

Buruh Akan Pidanakan Siapapun Yang Mengorganisir Tindak Kekerasan

Share
Ilustrasi. (gambar: skalanews.com)

Ilustrasi. (gambar: skalanews.com)

Jakarta | Sengketa ketenagakerjaan tak kunjung menemukan singkronisasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja/buruh. Mogok nasional menjadi gerakan protes buruh se-indonesia akibat dikeluarkannya PP Pengupahan baru oleh Jokowi. Hari ini, buruh di beberapa kabupaten/kota melakukan aksi protes memperjuangkan hak konstitusionalnya, menolak upah murah. Meskipun dijanjikan kenaikan upah tiap tahun oleh pemerintah, buruh tetap melakukan mogok nasional karena PP tersebut dipandang bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan dan UUD 1945 yang menjamin hak konstitusional warga negara.

Meskipun harus menghadapi ancaman kemungkinan kekerasan, sejumlah elemen buruh yang tergabung dalam Komite Aksi Upah-GBI (KAU-GBI) tetap akan lakukan mogok nasional pada 24 hingga 27 November 2015, ungkap Presiden GBI Said Iqbal melalui siaran persnya di Jakarta, Selasa (24/11/2015).

Aksi tersebut akan berlangsung di 22 provinsi dan lebih dari 200 kabupaten-kota sebagai bentuk protes terhadap pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Buruh menganggap peraturan tersebut telah merampas hak berunding tentang upah karena penentuan upah minimum hanya berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Gerakan Buruh Indonesia (GBI) akan menggugat pidana siapapun yang mengorganisir tindak kekerasan dan percobaan pembunuhan terhadap buruh yang melakukan mogok nasional di berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

“Sudah ditemukan beberapa fakta berupa transkrip dan rekaman pertemuan-pertemuan dari seluruh Indonesia yang mengundang unsur-unsur yang tidak ada hubungannya dengan industrial”, ujarnya.

Ia mengatakan, unsur-unsur yang diundang dalam pertemuan-pertemuan itu antara lain lurah, preman, organisasi kemasyarakatan dan beberapa pengusaha.

Menurut Iqbal, gugatan pidana akan dilakukan karena pertemuan-pertemuan tersebut membahas rencana kekerasan terhadap buruh yang melakukan mogok nasional.

“Kami menduga ada rencana pembunuhan kaum buruh pada waktu mogok nasional pada 24 hingga 27 November karena pada pertemuan tersebut didiskusikan kekerasan-kekerasan yang akan dilakukan terhadap buruh-buruh yang mogok nasional,” ungkapnya. (**ef)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *