Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
530

Disepakati Mengundurkan Diri Setelah SP III, Pekerja Tetap Berhak Pesangon

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Surabaya | Gugatan Diana Mintowati, salah satu pegawai yang bertugas menjaga perpustakaan di Yayasan Pendidikan Etika Dharma, dikabulkan sebagian oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (19/10). Majelis Hakim PHI Surabaya, menghukum pihak Yayasan untuk memberikan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak, beserta upah proses, cuti dan THR tahun 2013, yang seluruhnya sebesar Rp.42,8 juta.

Hakim Tugiyanto selaku Ketua Majelis Hakim menyatakan, tuntutan agar pihak Yayasan dihukum untuk membayar uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, kurang beralasan. Sebab, Diana terbukti telah melakukan pelanggaran sebanyak 3 (tiga) kali.

Lebih lanjut, ia juga menyatakan keberadaan kesepakatan bersama mengenai kesediaan Diana mengundurkan diri, apabila telah melakukan pelanggaran sebanyak 3 (tiga) kali, adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan tidak berdasar hukum, maka penerapan sanksi yaitu berupa pekerja dianggap mengundurkan diri menjadi batal demi hukum, sebut Hakim Tugiyanto dalam berkas putusan Nomor 69/G/2015/PHI.Sby.

Diana bekerja di Yayasan Pendidikan Etika Dharma yang beralamat di Jl. Rungkut Menanggal Tengah, Nomor 1-5, Surabaya itu, sejak 1 September 1995, dengan upah terakhir sebesar Rp.2,7 juta perbulan. Ia mengaku didalam surat gugatannya tertanggal 18 Juni 2015, diputuskan hubungan kerja secara lisan pada 29 Juli 2013 tanpa diberikan hak-haknya. Tak terima diputukan kerja secara sepihak, Diana kemudian menggugat phak Yayasan sebesar lebih dari Rp.133 juta. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of