Kamis, 14 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
497

Gugatan Lima Pekerja Tidak Diterima, Akibat Anjuran Mediasi Untuk Seorang

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Mojokerto | Gugatan Rendi Ryan Widya Thama, dkk (5 orang) dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard), oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (1/7/2015). Lantaran, anjuran mediasi Pegawai Mediator Hubungan Industrial pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mojokerto tertanggal 30 September 2014, hanya ditujukan untuk Rendi seorang, tidak untuk keempat pekerja lainnya.

“Menimbang, bahwa Majelis Hakim berpendapat, dasar mediator adalah surat permohonan pencatatan perselisihan hubungan industrial ke Disnaker Mojokerto tertanggal 25 Agustus 2014, adalah mengenai Tunjangan Hari Raya (THR) dan kejelasan status Rendy saja, bukan kejelasan status pekerja lainnya,” terang Hakim Wahyono membacakan pertimbangan hukum dalam putusan Nomor 10/G/2015/PHI.Sby.

Lebih lanjut Hakim Wahyono menjelaskan, akibatnya gugatan Rendy, dkk tertanggal 26 Januari 2015 terhadap PT Pamitramas Mulia yang beralamat di NIP. KAV. P-1, Gedung B, Ngoro, Mojokerto, yang menuntut status hubungan kerjanya menjadi pekerja tetap karena telah bekerja sejak tahun 2010, dan kekurangan pembayaran THR tahun 2014 sebesar Rp.6,1 juta dalam perkara tersebut menjadi tidak jelas (obscuur libel).

Terhadap gugatan Rendy, perusahaan mengajukan gugatan balik (rekonvensi) ke PHI Surabaya, dengan menuntut agar Rendy bersama keempat pekerja lainnya, dijatuhkan hukuman untuk membayar ganti kerugian, karena telah merepotkan dan menggangu kinerja perusahaan sebesar Rp.100 juta.

Atas gugatan rekonvensi tersebut, Hakim Wahyono selaku Ketua Majelis Hakim menyatakan, Menimbang, bahwa oleh karena terhadap gugatan konvensi telah dinyatakan tidak dapat diterima, maka terhadap gugatan rekonvensi tanpa perlu mempertimbangkan materi pokok perkaranya, harus pula dinyatakan tidak dapat diterima, tuturnya. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of