Type to search

Berita

Hanya Hadirkan Satu Orang Saksi dan Satu Bukti, PHI: Bukti Tidak Sempurna

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Samarinda | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Samarinda, menolak tuntutan pembayaran uang pesangon dan upah sebeesar lebih dari Rp.70 juta, yang diajukan oleh Suryono terhadap PT Sarana Raya Kalimantan, yang berada di Jl. Yos Sudarso, No.45, Kota Samarinda.

Suryono dianggap tidak mampu membuktikan dalil yang tertulis didalam surat gugatannya tanggal 8 Januari 2015. Sebab, menurut Majelis Hakim PHI Samarinda, Suryono hanya mengajukan 1 (satu) bukti tertulis, yaitu berupa surat anjuran dari Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda tanggal 1 Juli 2014, dan seorang saksi yang bernama Djakaria.

“Menimbang, bahwa berdasarkan asas Unus Testis Nullus Testis (satu saksi bukanlah saksi), merupakan asas yang menolak kesaksian dari satu orang saksi saja. Dalam hukum acara perdata, keterangan seorang saksi saja tanpa dukungan alat bukti lain, tidak boleh dipercaya atau tidak dapat digunakan sebagai dasar. Sehingga keterangan Saksi yang hanya berjumlah satu orang dalam pembuktian tidak akan sempurna, dan patut dikesampingkan,” ujar Hakim Moch. Hasyim membacakan amar pertimbangan hukum dalam Putusan Nomor 15/Pdt.Sus-PHI/PN.Smr.

Atas pertimbangan tersebut, Suryono dianggap tidak bisa membuktikan adanya suatu hubungan hukum yang menjadi dasar gugatannya, yaitu berupa alat bukti yang sah. “Majelis Hakim berpendapat, bahwa apabila Penggugat tidak berhasil membuktikan dalil gugatannya, akibat hukum yang harus ditanggungnya atas kegagalan membuktikan dalil gugatannya, adalah gugatannya mesti ditolak seluruhnya,” jelas Hakim Hasyim, Kamis (2/7/2015) lalu.

Sebelumnya, Suryono yang bekerja sebagai sopir sejak bulan Juni 2003, diberikan upah sebesar Rp.1.9 juta setiap bulannya. Namun dirinya merasa diperlakukan tidak adil, dengan keputusan perusahaan memutuskan hubungan kerja dirinya sejak Maret 2014, tanpa terlebih dahulu diberikan surat peringatan. (***Hz)

1 Comment

  1. peter columbus 9 September 2018

    saya adalah karyawan swasta pt iss catering service dan bekerja selama 7 tahun, saat ini perusahaan tempat saya bekerja tidak terikat kontrak lagi dengan induk perusahaan pt kpc sangata, apakah perusahaan punya hak untuk mutasi saya ke tempat lain jika status perjanjian kontrak saya adalah karyawan lokal, wajibkah sy ikut di mutasi, jika saya menolak mutasi apakah perusahaan wajib memberi pesangon, bagaimana aturan mutasi yg sebenarnya , kapan surat mutasi itu di berikan, apakah dalam surat mutasi harus di jelaskan tempat bekeja yg baru, haruskah di cantungkan upah kerja di lokasi yg baru, bagaimana jika perusahaan tidak memberitahukan secara tertulis akan ada mutasi ?

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *