Type to search

Buruh Migran

Karena Overstayer dan Tak Memiliki Dokumen, 450 TKI Dipulangkan

Share
ilustrasi

ilustrasi

Tangerang | Sebanyak 450 Warga Negara Indonesia (WNI) overstayer (melebihi masa izin tinggal) dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tak memiliki dokumen dari Arab Saudi dipulangkan pemerintah.

“Pemulangan WNI dan TKI tersebut bagian dari program pemulangan yang dicanangkan Presiden dan dipercepat pelaksanaannya sejak awal September 2015,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementrian Luar Negeri, Muhammad Iqbal di Tangerang, Rabu (11/11/2015).

Pemulangan TKI tersebut merupakan salah satu program nawacita Jokowi terkait pemberdayaan terhadap eks TKI bermasalah (TKI-B), juga eks WNI yang melebihi izin tinggal saat di luar negeri atau Overstayers (WNIO).

Pemulangan yang dilakukan dari Arab Saudi tersebut akan dibagi dalam dua gelombang yakni 320 WNI dan TKI memakai pesawat Air Asia Extra dan 130 orang menggunakan penerbangan Emirates.

Selanjutnya, para TKI dan WNI tersebut akan diserahkan dari Kementrian Luar Negeri kepada BNP2TKI untuk dilakukan pendataan dan fasilitas pemulangan ke daerah asal.

“Para TKI dan WNI dari Arab Saudi akan dipulangkan ke daerah masing-masing tanpa dipungut biaya apapun,” katanya di Bandara Soekarno-Hatta.

Pantauan di lapangan menunjukkan, terdapat 77 orang TKI dan WNI yang sebagian besar wanita termasuk anak-anak dan balita. Mereka mengenakan pakaian hitam dan kerudung serta membawa tas dengan raut wajah yang tampak lelah setelah menempuh perjalanan panjang.

Deputi Bidang Koordinasi Perempuan dan Anak Kementrian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sujatmiko mengatakan, pemulangan TKI dan WNI yang tak memiliki dokumen akan terus dilakukan secara bertahap.

Sebagian besar, para WNI dan TKI tersebut datang ke Arab Saudi dengan visa umrah namun kemudian menetap untuk mencari pekerjaan.

Tujuan pemulangan para TKI ini dikarenakan status mereka di luar negeri ditakutkan meningkatkan kerentanan terhadap berbagai masalah yang mungkin muncul seperti hukum dan sosial.

“Maka itu, kita lakukan pemulangan dengan skala besar sejak Januari tahun ini. Pemulangan WNI dan TKI tersebut menggunakan biaya mandiri dan lainnya,” tegasnya.

Terkait program nawacita, BNP2TKI juga akan mengadakan “Pelatihan Kewirausahaan Terintegrasi Bagi Eks TKI’ utamanya TKI-B/WNIO. Masyarakat sangat menunggu keefektifan program tersebut, karena selama ini sudah banyak sekali konflik horizontal antara buruh migran dan majikannya di luar negeri. (**ef)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *