Type to search

Buruh Migran

Kasus TKI Janah, Anggota Komisi IX Desak BP3TKI Mataram

Share
Janah (tengah) saat berada di kantor BP3TKI Mataram, Kamis (5/11) lalu.

Janah (tengah) saat berada di kantor BP3TKI Mataram, Kamis (5/11) lalu.

Lombok | Kehadiran Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Komisi IX, di Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (20/10) lalu, berdampak positif bagi perkembangan kasus Janah. Salah satu Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Lombok Tengah tersebut, mengalami permasalahan yang terkesan sangat lamban ditangani oleh pihak-pihak terkait didaerah tersebut.

Janah mengalami luka bakar dari perut hingga ke kakinya. Ironisnya, pada 24 Oktober 2015, dirinya dipulangkan dari tempatnya bekerja di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab ke Indonesia dengan biaya pemulangan ditanggung sendiri. Atas hal tersebut, Irma Suryani Chaniago, anggota Komisi IX DPR, bersama Janah yang didampingi Forum Solidaritas Pekerja Indonesia Luar Negeri (FSPILN), dengan dibantu oleh ketua DPD PWRI dan Sekretaris DPW IPJI NTB, mendatangi kantor BP3TKI Mataram, di Jl. Adi Sucipto No.9, Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Pihak BP3TKI sendiri pada saat itu, justru mengaku tidak tahu menahu atas kejadian yang menimpa diri Janah setelah menjadi TKW. Meskipun, berdasarkan keterangan Janah, saat dipulangkan dan tiba di Lombok, dirinya dikawal dan diantar hingga tujuan didampingi oleh staff BNP2TKI Pusat, hingga kediaman dikampungnya di Kecamatan Jonggat Loteng.

Lebih lanjut, Janah sempat bersitegang dengan pihak BP3TKI Mataram, Kamis (5/11) kemarin, lantaran pihak BP3TKI sama sekali tidak mengetahui, bahkan tidak mendapatkan rekomendasi terkait persoalan yang dihadapi Janah. Hal tersebut tejadi, karena ternyata pihak BP3TKI tidak pernah mendapat informasi resmi dari pihak BNP2TKI, yang mengawal kepulangannya pasca perawatan di Rumah Sakit Polri-Jakarta, kekampung halamannya. (***Jar)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *