Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
411

Pemerintah Genjot Infrastruktur, Tenaga Kerja Tak Bisa Instan

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Jakarta | Kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang kompatibel, mungkin itu yang sedang dialami PT. Wijaya Karya Tbk. Walaupun Pemerintah tengah genjot infrastruktur, sumber daya manusia (SDM) tak bisa instan. Mungkin kalau cari uang paling gampang bisa lihat pasar modal dan perbankan, tapi kalau tenaga kerja siap pakai kami lumayan kesulitan,” kata Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk di Jakarta, Senin (9/11/2015).

Pemerintah menetapkan percepatan pembangunan infrastruktur sebagai pondasi pembangunan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKAP) 2016. Rencana tersebut sebagai prasyarat yang diajukan pemerintah dengan alasan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat. Pembangunan infrastruktur tersebut di sisi lain bukanlah tujuan akhir dari pembangunan itu sendiri, tetapi harus benar-benar dijaga semenjak rencana tersebut digulirkan.

Namun lain halnya dengan PT Wijaya Karya (WIKA), yang saat ini tengah mempercepat peningkatan kualitas tenaga kerja di bidang teknik. “Kami menyiapkan tahun ini mempercepat kemampuan engineering 313 minimum orang yang kita cari dan tingkatkan kemampuannya,” kata Direktur PT Wijaya Karya Tbk Bintang Prabowo.

Saat ini, total sumber daya manusia di PT Wijaya Karya Tbk mencapai 1.921 orang. Adapun komposisinya 563 non insinyur dan 1.358 insinyur.

WIKA menargetkan total kontrak sebesar Rp 54,39 triliun pada 2015. Dengan hasil penjumlahan dari kontrak baru sebesar Rp 31,64 triliun dan carry over tahun 2014 sebesar Rp 22,75 triliun.

PT Wijaya Karya Tbk telah memperoleh kontrak sebesar Rp 17,52 triliun atau sekitar 55,37 persen pada Oktober 2015 dari target kontrak baru sebesar Rp 31,64 triliun.

Dengan itu, Direktur PT Wijaya Karya Tbk beranggapan bahwa, tenaga kerja merupakan masalah penting daripada soaal pendanaan. Lantaran, pendanaan bisa dicari dengan banyak mekanisme pembiayaan.

Sehingga dengan pendekatan infrastruktur ini dalam pembangunan ekonomi, yang harus menjadi sasaran utama pemerintah adalah turunnya angka kemiskinan dan pengangguran. Karena tujuan utama dari pembangunan ekonomi adalah kedaulatan pangan, energi, kemaritiman, pariwisata, industri, dan tentunya adalah kualitas sumber daya manusia. (**ef)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of