Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
421

Polisi Tangkap 23 Buruh Saat Hendak Tinggalkan Istana

Polisi guyur ratusan buruh dengan water cannon, Jum'at (30/10) malam.
Polisi guyur ratusan buruh dengan water cannon, Jum’at (30/10) malam.

Jakarta | Upaya ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), pada Jum’at (30/10) lalu, saat berunjuk rasa di depan Istana Merdeka untuk menolak diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, berakhir dengan penangkapan 23 (dua puluh tiga) buruh, dan 2 (dua) pengacara publik dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Polisi, akhirnya menetapkan 21 (dua puluh satu) tersangka, termasuk kedua pengacara dari LBH Jakarta, sedangkan 4 orang lainnya berstatus saksi, demikian disampaikan Alghiffari Aqsa, Direktur LBH Jakarta, Sabtu (31/10). Ia menjelaskan, mereka disangka melanggar Pasal 216 dan/atau Pasal 218 KUHP, jo. Pasal 15 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pendapat di Muka Umum, jo Pasal 7 Ayat (1a) Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2012.

Dalam video yang dirilis Tim Propaganda FSPMI, saat itu dengan pengawalan Garda Metal FSPMI, barisan ribuan buruh telah berada diseberang Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, tengah berjalan mundur meninggalkan Istana Merdeka dibilangan Medan Merdeka Utara. Sedangkan, 3 (tiga) mobil yang mengangkut peralatan soundsystem, dan para orator masih berada di silang Monumen Nasional (Monas) Barat Laut.

Pada saat itulah, puluhan anggota Kepolisian berkaos biru laut dengan tulisan Polisi di punggung, dan bercelana cokelat muda berupaya menghentikan 3 mobil yang sering disebut sebagai mobil komando. Serta terlihat dua anggota Polisi merusak salah satu kaca mobil depan dengan kayu, dan dalam hitungan menit, mereka menyuruh para orator yang berada diatas ketiga mobil komando untuk turun, dengan cara naik keatas mobil dan memaksa turun.

Melihat kejadian tersebut, ribuan buruh menghentikan langkahnya dan beberapa negosiator terlibat mendebat anggota polisi. Pada saat itulah, polisi menangkap ke-23 buruh dan 2 aktifis LBH Jakarta. “Bukan diamankan, ditangkap 25 orang. Sudah ada tahapan-tahapan. Jadi mereka bukan diamankan, mereka ditangkap di lokasi unjuk rasa depan Istana,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (31/10).

Dikatakan Krishna, ke-25 orang telah dipulangkan. “Mereka sudah dipulangkan tadi malam, dan kami akan memanggil pihak-pihak yang mengkoordinir kegiatan tersebut. Koordinatornya, korlapnya, tokoh-tokohnya yang harus bertanggung jawab mengapa mereka melakukan demonstrasi dalam batas waktu yang sudah ditentukan,” terang Khrisna. (***Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of