Minggu, 21 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
472

Terbukti Melakukan Pelanggaran, Gugatan PHK Pensiun Ditolak

ilustrasi.
ilustrasi.

Sidoarjo | Alasan gugatan pemutusan hubungan kerja (PHK) Hendra Jaya, karena memasuki usia pensiun yaitu genap 60 tahun, ditolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (4/11) lalu. Menurut Ketua Majelis Hakim PHI Surabaya, Hakim Wahyono menyatakan hubungan kerja antara Hendra dengan Dewi Indahwati, Pimpinan UD Wijaya Santoso Box, putus terhitung sejak 28 Februari 2015.

Hakim Wahyono beralasan, bahwa PHK yang dilakukan oleh perusahaan yang beralamat di Jl. Raya Surabaya-Krian, Km. 26-27,Bareng Krajan, Krian, Kabupaten Sidoarjo itu, adalah akibat kondite kehadiran Hendra sejak April hingga Desember 2014, sebanyak 10 kali tanpa ijin. Serta selain itu, hasil kerja Hendra mengalami penurunan hingga efektifitas bekerjanya hanya 30%, dibandingkan dengan ketiga teman sekerjanya.

Lebih lanjut Hakim Wahyono menganggap, alasan perusahaan mem-PHK Hendra yang telah bekerja selama lebih dari 11 tahun dengan hanya memberikan uang kompensasi sebesar Rp.20 juta, karena melontarkan kata-kata kotor kepada pimpinan perusahaan pada 3 Februari 2015, adalah tidak tepat.

“Majelis Hakim berpendapat, perselisihan berawal tentang hasil kerja yang tidak sesuai standar perusahaan dan daftar hadir pekerja. Dengan demikian hubungan kerja antara pekerja dan pengusaha dinyatakan putus sesuai ketentuan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 karena pelanggaran Peraturan Perusahaan. Maka Majelis Hakim berpendapat, petitum gugatan pekerja, bahwa hubungan kerja dinyatakan putus karena memasuki usia pensiun dinyatakan ditolak,” ujar Hakim Wahyono membacakan amar pertimbangan hukum dalam perkara Nomor 80/G/2015/PHI.Sby itu.

Atas alasan tersebut, Majelis Hakim PHI Surabaya menetapkan hak-hak Hendra yang memperoleh upah sebesar Rp.2,7 juta perbulan, antara lain adalah uang pesangon sebesar 9 (sembilan) bulan upah, uang penghargaan masa kerja sebesar 4 bulan upah, dan ditambah dengan uang penggantian hak sebesar 15% dari akumulasi uang pesangon serta uang penghargaan masa kerja, yang seluruhnya berjumlah sebesar lebih dari Rp.40 juta. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of