Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
811

Berganti Outsourcing, Bank Sumut Dihukum Bayar Uang Pesangon

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Medan | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan, akhirnya mengabulkan sebagian gugatan Erwin Pasaribu terhadap PT Bank Sumut selaku Tergugat I, dan PT Purna Karya Sejahtera selaku Tergugat II, Kamis (6/8/2015) lalu.

Dalam putusan bernomor 86/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Mdn, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Waspin Simbolon, hubungan kerja Erwin Pasaribu ditetapkan berakhir dengan PT Purna Karya Sejahtera sejak Erwin tak lagi diperkenankan bekerja yaitu pada 20 September 2014. Pertimbangan demikian diambil, karena Erwin telah dapat menerima pengakhiran hubungan kerja yang diinginkan oleh perusahaan, dengan memohon agar hak-haknya dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengakhiran hubungan kerja tersebut, menurut PHI adalah akibat dari adanya ketidak-bersediaan Erwin untuk dipekerjakan ke perusahaan penyedia jasa outsourcing baru selain PT Purna Karya Sejahtera. “Bahwa oleh karena terbukti, terjadi perubahan status perusahaan penyedia jasa pekerja dari Tergugat II, kepada perusahaan penyedia jasa pekerja yang baru, dan Penggugat selaku Pekerja tidak bersedia melanjutkan hubungan kerja dengan perusahaan penyedia jasa pekerja yang baru, maka secara analogi ketentuan Pasal 163 ayat (1) UU No. 13 Tahun 2003 dapat diterapkan,” ujar Hakim Waspin.

Lebih lanjut Hakim Waspin menetapkan jumlah uang pesangon yang harus diterima oleh Erwin, adalah sebesar Rp.42,8 juta dari tuntutan yang diajukan sebesar Rp. 68,5 juta, sebagaimana tersebut dalam surat gugatan tanggal 4 Mei 2015. Kewajiban pembayaran uang pesangon tersebut dibebakan secara tanggung renteng kepada PT Bank Sumut selaku pemberi pekerjaan, dan PT Purna Karya Sejahtera selaku perusahaan outsourcing, yang keduanya berkedudukan di Kota Medan.

Dalam perkara lain, PHI Medan juga memutus perkara yang sama dan melawan PT Bank Sumut selaku Tergugat I, dan PT Purna Karya Sejahtera selaku Tergugat II. Yaitu terhadap gugatan yang diajukan oleh Armadi Pane dengan Nomor Perkara 84/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Mdn, dan Oktoberto Danial Sihombing dengan perkara nomor 85/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Mdn.

Dalam perkara yang juga diperiksa oleh Hakim Waspin tersebut, PHI Medan menghukum kedua perusahaan untuk membayar secara tanggung renteng, berupa uang pesangon sebesar Rp.45,8 juta kepada Armadi Pane, dan sebesar Rp.70,4 juta kepada Penggugat Oktoberto. (***Hz)

2
Leave a Reply

avatar
0 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of