Type to search

Buruh Migran

Dibalik Peningkatan TKI Formal, Puluhan TKI Ini Diterlantarkan Parang Tritis

Share
ilustrasi

ilustrasi

Medan | Dibalik rencana pemerintah yang ingin memperbanyak penempataan TKI formal di tahun 2016, ternyata masih banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang terlantar. Minimnya perlindungan ini diantaranya menimpa 23 orang TKI asal Medan di Malaysia.

PT. Satria Parang Tritis sebagai salah satu perusahaan pelaksanaan penempatan TKI Swasta ke luar negeri (PPTKIS) di Indonesia, diduga menelantarkan para TKI ini karena lambatnya penanganan.

Dedek, salah seorang perwakilan TKI, melalui Whatsapp dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Sabtu lalu, mengatakan “Kepulangan kami ditunda hingga 31 Desember 2015. Kami berharap agar pihak Kantor BP3TKI di Medan melakukan penjemputan”.

Dedek pun mengaku, penundaan pemulangannya itu hingga kini belum diketahui penyebabnya. Ia dan rekan-rekan buruh lainnya saat ini mengaku tidak memiliki uang saku lagi, terhitung 3 pekan selama tinggal di penampungan TKI di KJRI Kuching. Apalagi pihak keluarga pun belum mengetahui kabar pemulangan mereka.

Dedek dkk berharap BP3TKI Medan segera menyelesaikan keluhan para TKI ketika sesampainya di tanah air. Permasalahan yang terjadi selama ini, para TKI masih minim di bidang perlindungan, karena memang legitimasi hukum dalam UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan TKI dari 109 pasal hanya ada sekitar 9 pasal yang menjamin perlindungan, sebagian besarnya adalah terkait penempatan.

Sementara di sisi lain, pemerintah tengah merencanakan untuk memperbanyak penempatan TKI formal di tahun 2016. “Pemerintah terus menggeser orientasi penempatan TKI yang bekerja di luar negeri ke arah sektor formal dengan membuka akses dan informasi peluang-peluang kerja yang tersedia bagi TKI formal di sana,” begitulah ungkapan Sekjen Kemnaker Abdul Wahab Bangkona.

Menurut Wahab, selama ini jenis lowongan dan peluang kerja bagi TKI formal banyak tersedia di berbagai negara. Dan penempatan itu membidangi di jenis konstruksi, perminyakan, pertambangan, transportasi, jasa, perhotelan, perawat dan lain-lain.

Untuk itu, dalam rangka meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan bagi TKI secara optimal, pemerintah Indonesia berencana memperbanyak jumlah penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke berbagai negara. Inilah perbandingan yang sangat kontras terkait Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Selain keterlantaran yang berakibat tidak diperolehnya hak, TKI pun masih minim perlindungan. (**ef)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *