Minggu, 15 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
431

Memasuki Persaingan Pasar Bebas, Pemerintah Harus Objektif

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Kepri | Tahun depan Indonesia sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dimana Indonesia akan menghadapi tantangan luar biasa dalam hal pembangunan ekonomi.

Seperti apa yang dikatakan Pejabat Gubernur Kepulauan riau, Agung Mulyana. Ia mengatakan, selain mendorong perdagangan dengan tetangga, MEA akan menimbulkan dinamika serius yang menuntut anak-anak muda lebih mempersiapkan dan membuktikan kompetensi dan profesionalitasnya untuk bersaing dengan pendatang dari luar negeri.

Kekhawatiran masyarakat menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tidak hanya dirasakan di Indonesia. Namun juga seluruh negara kawasan. Semua negara masih meraba-raba beratnya persaingan pasar bebas yang tinggal menghitung hari.

Terlebih kerja sama ini sudah meliputi perdagangan bebas dalam sektor jasa, lebih luas dari sekedar hanya perdagangan bebas barang dan investasi. Maka, pelaku bisnis, Industri Kecil Menengah (IKM) atau berbagai sektor jasa harus meningkatkan daya saing. Dengan begitu, tentu Indonesia atau Kepri khususnya tidak hanya menjadi sekadar pasar, tapi juga menjadi pemain dalam era pasar ASEAN nanti, lanjutnya.

Selain itu, MEA pun menjadi ancaman besar bagi buruh/pekerja Indonesia. Karena selain adanya kerja sama ekonomi se-ASEAN, Indonesia pun kerap tidak kunjung menuntaskan kemiskinan dan pengangguran. MEA memiliki berbagai kelemahan juga yang harus diwaspadai. Sehingga pemerintah dalam hal ini harus objektif dalam bersikap dan membuat kebijakan.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghimbau para kepala desa (kades) dan perangkat desa (perdes) seluruh Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) untuk bersiap diri menghadapi MEA yang dimulai 2016.

”Tinggal lima hari lagi kita sudah masuk ke tahun 2016. Artinya akan ada persaingan 11 negara ASEAN yang kita tidak tahu persaingannya akan seberat apa. Karena batas negara sudah tidak ada, MEA sudah dibuka,” papar Jokowi, dalam silaturahim bersama Apdesi di Asrama Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Sabtu (26/12).

Namun masalah beratnya persaingan MEA juga dirasakan negara tetangga. Jokowi mengatakan, presiden dan perdana menteri di negara tetangga khawatir negara mereka akan dibanjiri produk Indonesia.

Selain itu melihat sumber daya manusia Indonesia yang melimpah, mereka juga khawatir tenaga kerja Indonesia akan membanjiri negara tetangga.

Namun perasaan itu juga dirasakan warga negara dan para pengusaha di Indonesia. ”Lha mereka saja takut pada kita. Kita kok takut,” kata dia.

Dia menegaskan, MEA yang akan berlangsung sudah tidak bisa dicegah. Tanda tangan dilakukan para pimpinan negara sudah terjadi sejak sebelas tahun lalu. Indonesia mau tidak mau masuk ke persaingan pasar ASEAN.

Masih banyak perjanjian multilateral yang dilakukan Indonesia dengan sejumlah negara, seperti Trans Pasific Partnership (TPP) berjalan tiga tahun lagi dan sejumlah perjanjian lainnya.

”Tak mungkin Indonesia menjadi negara tertutup. Oleh karena itu jangan gunakan pola-pola lama. Di sini ada peluang, tapi ada juga tantangan,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan lebih berhati-hati dalam menjalankan roda ekonomi. Jokowi meminta tidak terjadi hitungan yang keliru hingga produk luar membanjiri Indonesia.

”Kalau hitungan kita keliru, barang mereka masuk ke kita. Contoh saja beras di sini harga Rp 12 ribu, sedang Vietnam Rp 6 ribu. Jelas konsumen pilih beras Vietnam. Ini baru contoh satu produk. Maka hati-hati!” tegasnya.

Maka, mulai sekarang segera memperbaiki infrastruktur. Seperti jalur kereta api di Sulawesi yang sudah direncanakan 30 tahun lalu. Namun baru terlaksana tiga bulan terakhir ini.

Selain itu dia akan mengecek infrastruktur di Papua. Lambatnya pembangunan infrastruktur di Papua mengakibatkan tinggginya harga.

”Kalau harga semen di sini Rp 50-60 ribu, di Papua bisa, Rp 1-1,5 juta. Itu karena pambanguan infrastruktur di sana. Akhir pekan ini akan saya cek. Kerja itu harus terus dicek biar cepat,” jelas Jokowi. (**ef)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of