Kamis, 21 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
623

Meski Telah Ditransfer Pesangon, PHI Hukum Bekerja Kembali

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bekasi | Melalui kuasa hukumnya, Gan Gan Solehudin, dkk dari Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), gugatan Aris Fahrizal, Asril Hendri, Jamilah dan Supri Helmi selaku pekerja PT Multi Lestari agar dipekerjakan kembali, dikabulkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (15/10/2015) lalu.

Hakim Pranoto menganggap pemberian uang pesangon yang dikirimkan melalui bank (transfer) ke rekening masing-masing, tidaklah dapat dibenarkan. Sebab, diberikan tanpa disertai perhitungan tekhnis atas uang pesangon tersebut, dan juga daftar tanda terima selain tidak dapat ditunjukkan aslinya, juga tanpa ditanda-tangani oleh siapapun juga.

“Bukti tersebut hanya mencantumkan nominal atau jumlah tanpa adanya perhitungan teknis seperti masa kerja dan besaran upah, dan demikian juga bukti pengiriman uang pesangon melalui Bank Mandiri tidak dapat dibenarkan sebagai bukti bahwa Para Penggugat telah menyepakati jumlah atau nominal uang pesangon,” tandas Hakim Pranoto selaku Ketua Majelis Hakim di Gedung PHI Bandung, di Jl. Surapati, No. 47, Bandung.

Atas pertimbangan tersebut, pemutusan hubungan kerja yang dilakukan PT Multi Lestari kepada Aris Fahrizal, dkk (4 orang), dinyatakan batal demi hukum. “Menimbang, bahwa oleh karena pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh Tergugat kepada Para Penggugat sudah dinyatakan batal demi hukum, maka petitum yang memohon agar Tergugat dihukum untuk mempekerjakan kembali Para Penggugat pada posisi dan jabatan semula adalah beralasan hukum untuk dikabulkan,” ujar Hakim Pranoto membacakan pertimbangan hukum dalam putusan perkara Nomor 50/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg itu.

Disenting Opinion

Hakim Anggota Eko Wahyudi, menyampaikan pendapat yang berbeda (disenting opinion). Menurutnya, berdasarkan Kesepakatan Bersama tanggal 20 September 2013 yang telah didaftarkan pada PHI Bandung pada 24 September 2013, dan bukti pembayaran uang pesangon melalui Bank Mandiri terhadap masing-masing penggugat, seharusnya perselisihan antar keduanya dinyatakan telah selesai.

Namun, berdasarkan Rapat Permusyawaratan Hakim pada 1 Oktober 2015, Hakim Ketua Pranoto dan Hakim Anggota Harris Manalu, menyatakan untuk mengabulkan gugatan Aris, dkk dengan memerintahkan PT Multi Lestari yang berkedudukan di Kawasan Industri Jababeka II, Jl. Industri Selatan VII, Blok EE 9 A-D, Cikarang, Bekasi, untuk dipekerjakan kembali pada posisi dan jabatan semula, serta dibayarkan hak-haknya berupa tunjangan hari raya, dan upah selama tidak dipekerjakan sejak bulan November 2013 hingga putusan berkekuatan hukum tetap.

Kelalaian terhadap tidak dijalankannya putusan tersebut, akan mengakibatkan perusahaan dihukum untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp.100.000,- perhari, yang akan mulai dihitung sejak putusan berkekuatan hukum tetap. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of