Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.700

Sembilan Putusan Bekerja Kembali di PHI Bandung Sepanjang 2015

phi bdgBandung | Sejak Januari hingga awal bulan Desember 2015, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, yang memiliki 4 (empat) kewenangan dalam memeriksa dan mengadili perkara perselisihan hubungan industrial, terdapat 9 perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja dari 170 perkara yang terdaftar hingga akhir bulan Agustus 2015, menjatuhkan amar putusan menghukum perusahaan untuk mempekerjakan kembali pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya. Berikut ini sembilan putusan kerja kembali sepanjang tahun 2015 yang berhasil dirangkum redaksi buruh-online, yaitu :

Putusan Masih Ada Pekerja Kontrak, PHI Batalkan PHK Pekerja Tetap

Dipenghujung bulan April 2015, upaya Dadang, dkk (18 orang) dalam memperjuangkan haknya untuk tetap bekerja dan dipekerjakan membuahkan hasil. Sebab, melalui Putusan Nomor 17/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg, PHI Bandung membatalkan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan PT Arami Jaya sejak November 2014, dengan alasan perusahaan tutup dan bermaksud pindah (relokasi).

Namun, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Jonlar Purba, menganggap PHK yang dilakukan perusahaan yang berkedudukan di Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi itu, belum dapat dilakukan terhadap Dadang, dkk yang berstatus sebagai perjanjian kerja waktu tidak tertentu, karena masih dipekerjakannya pekerja yang berstatus perjanjian kerja waktu tertentu.

Putusan Hakim Tuduh PHK Untuk Bubarkan Serikat Pekerja

Bersendirian berjuang mempertahankan status pekerjanya di PT Cipta Mortar Indonesia, tuntutan Maryanto agar dipekerjakan kembali setelah di-PHK dengan alasan mengundurkan diri terhitung 14 Januari 2013, akhirnya dikabulkan oleh PHI Bandung.

Dalam Putusan Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg bertanggal 3 Juni 2015, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Suwanto menilai, pelarangan bekerja sejak tanggal 7 Januari 2013 yang dilakukan oleh perusahaan yang berada di Kawasan MM2100, Bekasi tersebut terhadap Maryanto yang sekaligus sebagai Ketua Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Aneka Industri, adalah bagian dari upaya untuk membubarkan serikat pekerja yang beraffiliasi dengan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) itu.

Meskipun tuntutan agar upah Maryanto dibayar terlebih dahulu sebelum ada putusan akhir ditolak, akan tetapi Majelis Hakim dalam putusan akhir tetap menghukum perusahaan untuk membayar upah selama tidak dipekerjakan hingga bulan Mei 2015, dan memerintahkan perusahaan untuk memanggil Maryanto bekerja kembali paling lambat 7 (tujuh) hari setelah putusan dibacakan pada 3 Juni 2015 lalu.

Selain itu, Hakim Suwanto juga memutus sengketa PHK antara Rudy melawan PT Amstrong Industry Indonesia, dengan putusan bekerja kembali, yang tertuang dalam amar Putusan Nomor 102/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg bertanggal 21 Oktober 2015.

Putusan Tak Tepat PHK Dengan Alasan ISO Gagal Diperpanjang

Tuduhan PT Ziegler Indonesia terhadap Ridwan yang menjabat sebagai QA, telah tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga beralasan untuk diputuskan hubungan kerja per-13 Mei 2014 haruslah dinyatakan batal demi hukum, demikian pertimbangan hukum yang diambil oleh Hakim Maringan Marpaung selaku Ketua Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja yang diajukan Ridwan pada 3 Maret 2015 lalu.

Hakim Maringan tidak sependapat, atas dalil perusahaan yang tidak mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik untuk mengurus perpanjangan sertifikat ISO. Sebab, diketemukan bukti, bahwa perpanjangan ISO tidak dapat dilanjutkan oleh Ridwan, karena dirinya tidak diberikan biaya pengurusan perpanjangannya. Sehingga, Hakim Maringan menghukum perusahaan yang berada di Delta Silicon Industrial Park, Bekasi itu untuk mempekerjakan kembali Ridwan pada posisi semula, dengan disertai upah, tunjangan hari raya, serta uang paksa (dwangsom) sebesar Rp.1 juta perhari, jika perusahaan lalai menjalankan putusan bernomor 48/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg itu.

Putusan Pengenyampingan Pemberian Pesangon

Meski tidak umum, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Pranoto menganggap pemberian uang pesangon yang diakui oleh PT Multi Lestari telah dibayarkan kepada Aris Fahrizal, dkk (4 orang) melalui transfer bank, tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Sehingga hubungan kerja terhadap keduanya haruslah dinyatakan tetap masih berlangsung, dan perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka, Bekasi itu, diperintahkan untuk mempekerjakan kembali Fahrizal, dkk ditempat semula.

Pertimbangan hukum Hakim Pranoto yang termuat dalam Putusan Nomor 50/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg itu, didasari pada tidak adanya uraian perhitungan hak-hak Fahrizal, yang terdiri dari uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak. Sehingga, bukti transfer bank yang tidak menjelaskan maksud dari nominal uang, tidaklah dapat dibenarkan sebagai bukti bahwa pekerja telah menerima dan menyepakati besaran uang pesangon.

Putusan Merokok Bukan Pada Tempatnya Tak Sebabkan PHK

Hanya karena didalam Perjanjian Kerja Bersama yang berlaku di PT Goodyear Indonesia, tidak menggolongkan pemutusan hubungan kerja karena merokok ditempat yang tidak ditentukan, maka hal tersebut menjadi alasan Hakim Harry Suptanto selaku Ketua Majelis Hakim untuk mengabulkan gugatan Herwan yang menuntut dipekerjakan kembali.

Hakim Harry dalam Putusan Nomor 74/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg, menghukum perusahaan yang berlokasi di Kota Bogor tersebut, untuk memanggil Herwan bekerja kembali paling lambat 2 (dua) minggu setelah putusan dibacakan pada 29 Juli 2015 lalu, dengan pemberian surat peringatan ketiga.

Putusan Kerja Kembali Hakim Kartim

Dalam sebulan, Hakim Kartim Khaeruddin memutuskan dua perkara pemutusan hubungan kerja yang diajukan oleh pihak pekerja dengan amar putusan bekerja kembali. Yaitu Putusan Nomor 131/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg bertanggal 23 Nopember 2015 antara Ahmad Sofyan, dkk melawan PT Proflex Indonesia, dan Putusan Nomor 147/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg bertanggal 2 Nopember 2015 antara Asep Acu Syamsudin melawan PT Gracia Pharmindo. (***Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of