Sabtu, 23 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
435

Di-PHK Dengan Alasan Pensiun, Manager Gugat Fee Hingga Dua Miliar

Ilustrasi. (gambar: beritasatu.com)
Ilustrasi. (gambar: beritasatu.com)
Ilustrasi. (gambar: beritasatu.com)

Surabaya | Merasa selama bekerja hak-haknya tak dipenuhi oleh PT. Maritim Batubara Pertama, Abdul Malik Wakid menggugat tempatnya bekerja tersebut, untuk membayar Piloting Fee (Jasa Pemanduan Kapal), yang pernah disepakatinya dengan pihak perusahaan saat pertama kali bekerja.

Sebagai Manager Operasional sejak Juni 2000, selain menuntut pembayaran uang pensiun, Malik juga meminta pembayaran jasa atas keberhasilan dirinya memandu 315 kapal, dengan besaran nilai fee adalah sebesar Rp.2,025 Miliar, pintanya seperti tertuang dalam surat gugatannya di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya bertanggal 29 September 2015.

Terhadap tuntutan Malik, perusahaan membantah dengan alasan tidak adanya kesepakatan nilai fee penyandaran kapal. Tetapi yang ada adalah kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan, yang pembayaran terhadap jasa tersebut telah dibayarkan sesuai dengan besaran nominal yang tertera dalam setiap kuitansi, yang dibuat sendiri oleh Malik, sanggah perusahaan dalam jawaban tertulis perusahaan tanggal 26 Oktober 2015.

Majelis Hakim PHI Surabaya yang diketuai oleh Hakim Isjuaedi, menilai gugatan Malik atas pembayaran fee Piloting Kapal, tidaklah dapat dibuktikan. Sebab, besaran jasa pemanduan kapal yang diperjanjikan dengan perusahaan, tidaklah diikat dalam suatu perjanjian tertulis. “Majelis Hakim memahami sepenuhnya apa yang diharapkan Penggugat, namun demikian amatlah sulit membuktikan perjanjian secara lisan apalagi perjanjian lisan tersebut memperjanjikan diluar kebiasaan umumnya dalam ketenagakerjaan, apalagi tanpa ditunjang dengan data-data yang kurang memadai,” terang Hakim Isjuaedi membacakan pertimbangan hukum dalam perkara yang diregister dengan Nomor 111/G/2015/PHI.Sby itu.

Atas pertimbangan demikian, akhirnya PHI Surabaya hanya mewajibkan perusahaan yang berlokasi di Graha Bumi Surabaya, Lt.6, Jl. Basuki Rahmat, 106-128, Surabaya tersebut, untuk membayar uang pesangon Malik dengan kualifikasi PHK pensiun sebesar Rp.135,5 juta.

“Menyatakan sah Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan oleh Penggugat Rekonpensi terhadap Tergugat Rekonpensi sesuai dengan Surat Keputusan No. 001/MBP-ADM/PENS/XI/2014 tentang Pemberhentian dengan Hak Pensiun sebagai karyawan tanggal 24 Nopember 2014, dengan pesangon sejumlah Rp 135.518.761,-,” ujar Hakim Isjuaedi membacakan amar putusan, Senin (21/12/2015) lalu. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of