Rabu, 18 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
412

Meski Dikabulkan Sebagian, Buruh Ojeg Ini Akan Ajukan Kasasi

Ilustrasi. (foto: poskotanews.com)
Ilustrasi. (foto: poskotanews.com)

Bogor | Taufik, seorang buruh kontrak yang kini kesehariannya diisi dengan menjadi tukang ojeg dan berjualan kecil-kecilan dirumahnya, didaerah Bogor Selatan itu, berniat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (13/1) lalu.

Meski seorang diri menggugat 3 (tiga) perusahaan sekaligus dan berhadapan dengan pengacara perusahaan, Taufik tampil percaya diri layaknya seorang sarjana hukum berani memperjuangkan haknya melalui lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial tersebut. Dirinya yang telah bekerja sejak Juni 2008 hingga Oktober 2014 keberatan, jika diputuskan hubungan kerja tanpa ada pemberian kompensasi yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim PHI Bandung yang diketuai oleh Hakim Suwanto, menyatakan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) yang dibuat oleh PT. Restindo Dayatama sejak Juni 2008 hingga Nopember 2011, bertentangan dengan Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Sedangkan, perjanjian kontrak selanjutnya yang dibuat antara PT. Rahayu Sentosa dan PT. Prima Sentra Compositindo, yang oleh Taufik dijadikan sebagai Turut Tergugat I dan II, dianggap oleh Majelis Hakim telah sesuai dengan ketentuan undang-undang.

Menurut Taufik yang ditemui buruh-online.com, Kamis (28/1) kemarin, seharusnya perjanjian kontrak yang dibuat oleh kedua perusahaan yang mempunyai alamat dan kedudukan yang sama dengan PT. Restindo, juga haruslah dinyatakan bertentangan dengan undang-undang. Sebab, dalam perjanjian kontrak dikedua perusahaan tersebut, menyatakan mereka bertindak untuk dan atas nama PT. Restindo dan slip gaji yang ia terima hingga Oktober 2014 adalah dari PT. Restindo, jelas Taufik.

Selain itu, Taufik merasa ada yang janggal dalam amar putusan yang menyatakan hubungan kerjanya sebagai pekerja tetap dihitung sejak Juni 2008 hingga Nopember 2011, atau selama 3 (tiga) tahun 5 (lima) bulan. Seharusnya berdasarkan ketentuan Pasal 156 ayat (2) huruf d UU 13/2003, besaran uang pesangonnya adalah sebesar 4 (empat) bulan upah. “Ini kok Hakim malah memutuskan tiga bulan,” ujar Taufik heran.

PT. Restindo Dayatama yang beralamat di Jl. Raya Bogor, Km.48, Naggewer, Bogor oleh PHI Bandung, dihukum untuk membayar hak-hak Taufik dengan menggunakan dasar perhitungan besaran upah minimum yang berlaku di Kabupaten Bogor pertahun 2011, sebesar Rp.1.230 ribu, yang terdiri dari uang pesangon sebesar 2 x 3 bulan upah, uang penghargaan masa kerja sebesar 2 bulan upah, dan uang penggantian hak sebesar 15% dikalikan 8 bulan upah.

“Tiga alasan ini dapat menjadi dasar saya mengajukan kasasi ke MA,” tutur Taufik yang rencananya akan menyatakan kasasi sekaligus menyerahkan memori kasasi atas Putusan PHI Bandung Nomor 189/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg pada Senin, (1/2) esok. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of