Type to search

Sekitar Kita

Pasar Bebas MEA Mendatangkan 83 Ribu Tenaga Kerja Asing

Share
ilustrasi

ilustrasi

Jakarta | Pasar bebas atau pasar global dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuat khawatir para Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Kekhawatiran ini diakibatkan karena persaingan kapital yang cukup tinggi dan lemahnya kebijakan pemerintah dalam membangun ekonomi yang merata bagi masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, TKI harus berhadapan secara head to head dengan para tenaga kerja asing (TKA) yang bebas masuk ke Indonesia.

Berdasarkan catatan buruh-online.com yang diterima dari Kemenaker, ada kenaikan TKA yang sangat besar di tahun 2015 yatu 83 ribu orang. Jumlah ini sangat besar jika dibandingkan dengan TKA pada tahun 2012 yang sebanyak 77 ribu orang, dan pada tahun 2013 sekitar 72 ribu orang.

Pada periode Januari-November 2015, daftar izin TKA yang dikategorikan sektor pekerjaan paling banyak diisi oleh para TKA ialah sektor perdagangan dan jasa sebesar 49.183 orang. Kemudian sektor industri 27.762 orang dan sektor pertanian 7.032 orang dengan total secara keseluruhan TKA di Indonesia sekitar 83 ribu orang.

Jika melihat data sebelumnya, berdasarkan sektor jabatan tertinggi ditempati profesional sebanyak 24.359 orang, kemudian disusul advisor atau konsultan sebanyak 14.794 orang, manager 14.229 orang, direksi 10.174 orang, supervisios 3.763 orang, teknisi 15.520 orang, dan komisaris 1.138 orang.

Dari ketujuh pekerjaan yang dilakukan, terlihat TKA yang masuk ke Indonesia pada dasarnya dipersyaratkan, dimana mereka yang memiliki skill, sehingga ada kepentingan bangsa juga untuk alih teknologi dalam pendampingan.

Selain itu, daftar ijin mempekerjakan TKA yang ditertibkan, negara penyuplai paling banyak TKA di Indonesia ialah Republik Rakyat China (RRC) sebanyak 20.543 orang.

Kemudian disusul Jepang sebanyak 15.165 orang, Korea Selatan 8.415 orang, India 5.568 orang, Malaysia 4.106 orang, Amerika Serikat 3.522 orang, Thailand 3.340 orang, Philipina 2.981 orang, Australia 2.924 orang, Inggris 2.448 orang dan negara lainnya sebanyak 15.235 orang. Sehingga totalnya adalah sebanyak 83.977 TKA bekerja di Indonesia pada 2015. Di mana China menjadi negara terbanyak penyumplai TKA bagi Indonesia.

Namun tampaknya Indonesia sampai saat ini belum siap menghadapi perdagangan bebas ini. Pasalnya, Indonesia sampai saat ini hanya sebatas sebagai pasar bagi produk dari negara-negara ASEAN yang lain. Berdasarkan demografi saja, penduduk Indonesia saat ini berjumlah 231,3 juta jiwa dan hal itu merupakan 39% dari total penduduk ASEAN. Kelas menengah Indonesia saat ini juga berjumlah sekitar 100 juta orang. Tentu ini merupakan pasar yang menggiurkan bagi negara-negara ASEAN lain.

Sementara dari segi kebijakan, Indonesia belum cukup kuat. Seperti kebijakan melarang ekspor mineral mentah yang seharusnya disertai dengan kebijakan membangun teknologi tinggi serta industri padat modal untuk mengolah mineral tersebut. Untuk itu, sangat dibutuhkan perhatian pemerintah yang efektif dalam pengembangan SDM, belanja infrastruktur, dan peningkatan mutu tenaga kerja. Kalau tidak kuat dari segi regulasi dan kebijakan, masyarakat Indonesia hanya akan terkenal sebagai masyarakat konsumtif dan di era MEA ini Indonesia hanya sebagai pasar yang menjadi sasaran eksploitasi berbagai negara, bukan penghasil kualitas. (*ef)

1 Comment

  1. ujang rohman 23 Januari 2016

    dengan angka 1.138 komisaris…bisa menghasilkan lapangan kerja berapa banyak ya untuk tenaga kerja lokal?

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *