Type to search

Berita

Bukan Direksi, Surat Gugatan Tidak Dapat Diterima

Share
Gedung Mahkamah Agung, Jakarta (foto: news.detik.com)

Gedung Mahkamah Agung, Jakarta (foto: news.detik.com)

Jakarta | Gugatan PT. Sariguna Primatirta terhadap Ericson, dkk (19 orang), yang telah dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard) oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan, pada 22 Desember 2014 lalu. Akhirnya, dikuatkan oleh Majelis Hakim Agung pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA), Senin (21/9/2015).

Dinyatakan dalam pertimbangan hukumnya, MA menilai PHI Medan telah tepat dalam menerapkan hukum. Sebab, surat kuasa yang diajukan sebagai dasar pengajuan gugatan pemutusan hubungan kerja terhadap Ericson, dkk, diberikan serta ditanda-tangani oleh Surono selaku Manager HRD PT. Sariguna.

“Putusan Pengadilan Hubungan Industrial yang pada pokoknya mengabulkan eksepsi Para Tergugat dan selanjutnya menyatakan gugatan Penggugat a quo tidak dapat diterima, putusan mana telah benar penerapan hukumnya, karena Surono yang bukan Direksi Perseroan tidak dapat bertindak untuk dan atas nama Perseroan PT. Sariguna Primatirta di muka pengadilan,” tandas Hakim Agung Yulius membacakan putusan dalam perkara No. 499 K/Pdt.Sus-PHI/2015.

Dalam surat gugatan yang diregister dengan Nomor 75/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Mdn, perusahaan yang berlokasi di Jl. Raya A. Yani, No. 43, Komplek Ruko Central Square C-1, Gedangan, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur itu, tidak hanya menggugat Ericson, dkk, tetapi juga menggugat PT. Mahakarya Sentosa selaku perusahaan penyedia jasa tenaga kerja (outsourcing) yang juga berkedudukan di Sidoarjo, Jawa Timur.

Ericson dkk selaku pekerja digugat, karena telah beberapa kali diberikan pembinaan terhadap bentuk-bentuk pelanggaran peraturan perusahaan dan tata tertib yang berlaku. Namun menurut perusahaan yang mempunyai kantor cabang di Deli Serdang, Sumatera Utara itu, ke-19 pekerja tersebut tidak menunjukkan adanya perubahan untuk memperbaiki kinerjanya. Sehingga, segala hak-hak yang timbul atas pengakhiran hubungan kerja karena pelanggaran tata tertib, dialihkan ke PT. Mahakarya selaku perusahaan outsourcing. (***Ys)

1 Comment

  1. barkah7678 19 Februari 2016

    Betul sudah putusan MA.

    Salam,
    Barkah

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *