Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
528

Menteri Hanif: Perusahaan Mengeluh Kesulitan Mencari Tenaga Kerja

M. Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan. (foto: surabaya.bisnis.com)
M. Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan.
(foto: surabaya.bisnis.com)

Jakarta | Maraknya pemberitaan mengenai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pada kuartal pertama tahun 2016, dibantah oleh Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri, Selasa (9/2) kemarin. Menurut Hanif, berita terkait PHK tersebut terlalu dibesar-besarkan. Namun begitu, dirinya bersama jajaran kementerian selalu mencek dan memverifikasi isu-isu PHK yang beredar.

Hanif justru mengklaim banyaknya perusahaan yang justru malah mengeluh, akibat kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang kompeten. “Disektor industri, dari 40 perusahaan baru yang membutuhkan 184.779 pekerja, baru terpenuhi 21.383 orang tenaga kerja baru,” tandasnya. Lebih lanjut ia menyatakan, dari total inventasi pada sebagian sektor industri di tahun 2015 yang naik 17,8% dari tahun sebelumnya, telah menyerap 1,4 juta pekerja.

“Jadi kalo bicara PHK, kasusnya memang ada, tapi penyerapan tenaga kerja baru lebih banyak. Sehingga kalo ada pabrik tutup, banyak pabrik yang baru buka,” tegasnya.

Selain itu, Hanif juga menghimbau kepada para pengusaha, untuk berupaya mencegah terjadinya PHK. Yaitu dengan cara mengurangi upah atau fasilitas pekerja pada level atas, mengurangi kerja shift, lembur, hingga merumahkan sebagian pekerja. “Pemerintah menyiapkan program pengendalian korban PHK, ya salah satunya dengan skema kewirausahaan,” tutup Hanif. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of