Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
534

PHI Anggap Transfer Uang Pesangon Diam-Diam, Bukan Bukti Kuat PHK

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bekasi | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, menganggap alasan PT. Bina Bangun Wibawa Mukti yang telah menyatakan Hadi Karyono menyepakati pemutusan hubungan kerja secara diam-diam, dengan telah diterimanya uang pesangon sebesar Rp.684,3 juta melalui transfer uang hanyalah asumsi perusahaan dan bukanlah bukti yang kuat. Demikian dikatakan Hakim Kartim Haerudin dalam pertimbangan hukum putusan perkara No. 161/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg.

Meskipun perusahaan telah berhasil membuktikan adanya bukti transfer ke rekening bank milik pekerja pada 21 Agustus 2014, namun PHI Bandung menyatakan sahnya PHK terhadap Hadi Karyono adalah pertanggal 1 Maret 2015. “Menyatakan putus hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat dengan alasan memasuki masa pensiun terhitung sejak tanggal 1 Maret 2015,” ujar Hakim Kartim membacakan amar putusan, Senin (30/11/2015) lalu.

Awalnya, Hadi Karyono merasa tidak terima dengan tuduhan pihak perusahaan telah melakukan pelanggaran berat. Sebab, selain tidak pernah melakukannya, Hadi telah lebih dahulu menerima tawaran pensiun yang disampaikan oleh pihak perusahaan, akibat akan dihapuskannya jabatan staff ahli yang dijabat Hadi. Akan tetapi, permintaan Hadi sebesar 2 (dua) miliar atas pengakhiran hubungan kerja terhadap dirinya, tidak kunjung dipenuhi perusahaan.

Sehingga, setelah tidak dapat dicapainya kata mufakat dalam proses mediasi. Akhirnya pada tanggal 5 Agustus 2015, Hadi mengajukan gugatan ke PHI Bandung, dengan menuntut perusahaan yang berlokasi di Jl. Jend. A. Yani, No.3, Bekasi tersebut, sebesar Rp.4,2 miliar.

Menaggapi tuntutan Hadi, Majelis Hakim PHI Bandung hanya mengabulkan pembayaran uang pesangon sebesar 2 (dua) kali Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian perumahan, perawatan serta pengobatan, sisa cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja, tunjangan hari raya (THR) tahun 2014, dan upah proses selama 6 (enam) bulan, yang seluruhnya dihitung sejumlah Rp.814,6 juta. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of