Type to search

Berita

Diusir Saat Mau Masuk Kerja, MA Tetap Anggap Pekerja Mangkir

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) menilai ketidakhadiran Yossy Eka Kusumastuti, dkk (24 orang) pada 8 dan 13 November 2012, sesuai dengan panggilan kerja yang dilayangkan oleh PT. Langgeng Makmur Industri Tbk, dianggap sebagai sebuah pengunduran diri, demikian diucapkan dalam sidang putusan yang dinyatakan terbuka untuk umum, di Gedung MA, Jakarta, Senin (26/10/2015).

Menurut Majelis Hakim MA, para pekerja seharusnya menghadiri panggilan kerja dan membawa persyaratan atau kelengkapan administrasi yang telah disepakati dalam Perjanjian Bersama (PB) tanggal 19 Oktober 2012, yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya.

Kedua pertimbangan tersebut, menjadi dasar bagi Majelis Hakim tingkat kasasi yang diketuai oleh Hakim Agung Yulius, yang memeriksa dan mengadili perkara No. 596 K/Pdt.Sus-PHI/2015 tersebut, dengan amar menolak seluruh permohonan kasasi Yossy beserta kedua puluh tiga rekannya, yang diajukan melalui Kepaniteraan PHI Surabaya pada 17 Juni 2015 lalu.

Padahal, saat gelaran persidangan di PHI Surabaya, Yossy telah menyampaikan bukti-bukti ketidakhadirannya untuk masuk bekerja seperti biasa di perusahaan yang berlokasi di Jl. Letjen. Sutoyo, No. 256, Waru, Sidoarjo tersebut. Kala itu, Yossy menyampaikan bukti rekaman video yang menggambarkan situasi pada tanggal 7, 9 dan 12 November 2012, saat mereka sedang berada di depan gerbang perusahaan dan diusir oleh seratusan orang tidak dikenal, hingga terjadi penganiayaan yang telah dilaporkan ke Mapolda Jawa Timur.

Namun, PHI Surabaya dalam amar putusannya No. 19/G/2015/PHI.Sby tanggal 1 Juni 2015, menyatakan menolak seluruh tuntutan Yossy, dkk, yang meminta untuk tetap dipekerjakan kembali dan pembayaran upah selama tidak dipekerjakan. (YS)

2 Comments

  1. Barkah 18 Maret 2016

    Dear RR,

    Kalau boleh menanggapi gugatan pekerja TIDAK DITERIMA oleh PHI, menurut pendapat saya adalah karena pekerja TIDAK MEMENUHI salah satu klausul dalam Perjanjian Bersama (PB), yakni membuat lamaran kerja kepada perusahaan PT. Langgeng Makmur Industri Tbk, dimana diperkuat dengan adanya fakta hukum adanya bahwa pekerja tidak bersedia mengikatkan hubungan kerja dengan PT. Langgeng Makmur Industri Tbk.

    Satu sisi pihak pekerja mendalilkan ketentuan dalam pasal 1338 KUHPerdata, disisi lain pekerja ingkar terhadap salah satu kesepakatan yang telah dituangkan dalam PB.

    Menurut saya adalah sangat penting bagi rekan-rekan pekerja lebih memahami ketentuan peraturan perUUan agar tidak blunder dengan penafsiran yang kurang holistik.

    Demikian tanggapan saya. Terbuka untuk dikoreksi. Terima kasih.

    Putusan PHI:
    http://putusan.mahkamahagung.go.id/putusan/5b73618402dca9325f2d94edd398000d

    Putusan MA:
    http://putusan.mahkamahagung.go.id/putusan/fee9d50949ff042565ce732f7fe4ec34

    Salam,
    Barkah

    Balas
  2. Barkah 20 Maret 2016

    Dear RR,

    Menaker Minta Pengusaha Jangan Pakai Preman Untuk Hadapi Buruh
    http://goo.gl/Zwq3GT

    Salam,
    Barkah

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *