Rabu, 18 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
544

Dua Kali Gugatan Tak Diterima, Buruh Pabrik Karung Urung Dapatkan Kepastian Hukum

Ilustrasi. (foto: tribunmaluku.com)
Ilustrasi. (foto: tribunmaluku.com)
Ilustrasi. (foto: tribunmaluku.com)

Surabaya | Meskipun gugatan yang diajukan oleh PT. Yanaprima Hastapersada, Tbk, telah dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard) oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya melalui Putusan No. 93/G/2015/PHI.Sby bertanggal 2 September 2015, dan kemudian diajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung (MA) oleh perusahaan pada 28 September 2015.

Namun Agung Wardono, dkk (106 orang) selaku pihak yang digugat dalam perkara sebelumnya, kembali mengajukan gugatan pemutusan hubungan kerja (PHK) ke PHI Surabaya, yang diregister dengan perkara No. 144/G/2015/PHI.Sby. Agung menuntut perusahaan milik publik tersebut, untuk membayar uang pesangon, upah selama tidak dipekerjakan beserta hak-hak lainnya sebesar lebih dari Rp.10 miliar.

Menanggapi gugatan Agung, perusahaan yang berlokasi di Jl. Pahlawan, Desa Cemengkalang, Sidoarjo itu, menilai surat gugatan masih premature. Karena subyek dan obyek gugatan adalah pihak serta pokok materi yang sama dengan gugatan yang telah diputus PHI Surabaya, dan masih dalam tahap kasasi di MA.

Terhadap dalil eksepsi yang diajukan oleh perusahaan, Majelis Hakim PHI Surabaya yang dipimpin oleh Hakim Tugiyanto, menilai walaupun putusan dalam perkara sebelumnya belum memeriksa materi dalam pokok perkara, akan tetapi terhadap perselisihan yang dipersoalkan oleh para pihak masih dilakukan upaya hukum di MA. “Eksepsi Tergugat yang mempersoalkan tentang gugatan Para Penggugat prematur, Majelis Hakim berpendapat eksepsi tersebut cukup beralasan hukum oleh karenanya patut dikabulkan,” tandas Hakim Tugiyanto, Rabu (2/3/2016) lalu di ruang sidang gedung PHI Surabaya.

Atas pertimbangan hukum demikian, tuntutan yang bermula muncul sebagai akibat dari adanya PHK atas mogok kerja pada bulan Mei 2015, guna menuntut pembayaran upah sesuai upah minimum, yang diajukan oleh Agung Wardono, dkk dinyatakan oleh PHI Surabaya tidak dapat diterima. (HZ)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of