Type to search

Jaminan Sosial

Ingat Hal Ini Jika Alami Kecelakaan Saat Berangkat dan Pulang Kerja

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Biereun | Tiada seorangpun menghendaki alami musibah kecelakaan dijalan raya, saat berangkat, sedang atau pulang sehabis melakukan pekerjaan. Namun, jika hal tersebut terjadi, maka bagi pekerja yang telah terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, terancam tidak mendapatkan biaya pengobatan sebagai manfaat dari kepesertaan BPJS.

Hal tersebut, disampaikan oleh Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Biereun, Safrudin. Menurutnya, setiap peristiwa kecelakaan dijalan raya yang dialami pekerja, maka peristiwa tersebut wajib dilaporkan ke pihak kepolisian, untuk mendapatkan surat keterangan kecelakaan dari polisi dan Jasa Raharja. Syarat utama tersebut, menurut Safrudin, adalah sebagai dasar klaim jaminan kesehatan, agar biayanya tidak ditanggung oleh korban.

Safrudin juga menjelaskan, bahwa ketentuan persyaratan yang demikian, merupakan bagian dari perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan Jasa Raharja. Lebih lanjut ia mengatakan, dalam kesepakatan bersama itu disebutkan, korban kecelakaan antara dua kendaraan atau lebih menjadi tanggungan Jasa Raharja.

“Jasa Raharja akan menanggung biaya pengobatan sebesar Rp.10 juta. Jika biaya pengobatannya lebih dari angka yang ditanggung Jasa Raharja, maka sisanya akan ditanggung oleh BPJS, itupun harus melalui proses administrasi. Sedangkan korban kecelakaan tunggal masih ditanggung BPJS,” tandas Safrudin, Kamis (10/3) lalu.

Safruddin mengakui banyak masyarakat mempersoalkan kebijakan itu. Namun BPJS tetap berpedoman pada peraturan tersebut. Ia menambahkan, agar tidak merepotkan masyarakat, pihaknya memberi waktu 3×24 jam bagi keluarga korban kecelakaan untuk mengurus surat keterangan dari kepolisian dan Jasa Raharja. (YS)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *