Type to search

Berita

MA Tolak Golongkan Merokok di Tempat Kerja Sebagai Kesalahan Berat

Share
Ilustrasi. (foto: waspada.co.id)

Ilustrasi. (foto: waspada.co.id)

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) akhirnya menolak permohonan kasasi PT. Gelora Mas, setelah tak terima dengan putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, yang mewajibkan pembayaran uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak kepada pekerjanya.

Dalam pertimbangan hukumnya, MA berpendapat, penilaian PHI Surabaya atas tindakan Moch. Choliq merokok di lingkungan kerja bukanlah sebagai kesalahan berat, telah tepat dalam menerapkan hukum dan tidak bertentangan dengan undang-undang, demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim pada MA yang diketuai oleh Hakim Kasasi Dwi Tjahyo Soewarsono, Senin (21/9/2015) lalu.

Putusan bernomor 512 K/Pdt.Sus-PHI/2015 tersebut, setidaknya menguatkan Putusan PHI Surabaya No. 9/G/2015/PHI.Sby tanggal 29 April 2015, yang telah menghukum perusahaan yang berlokasi di Jl. Gembong Sawah, III/8, Surabaya itu, dengan memerintahkan pembayaran uang pesangon sebesar Rp.30,3 juta.

Sebelumnya, PT. Gelora Mas menggugat dengan gugatan pemutusan hubungan kerja terhadap Choliq yang telah bekerja selama lebih dari 8 (delapan) tahun di PHI Surabaya. Dalam tuntutannya, perusahaan meminta kepada Majelis Hakim untuk hanya mewajibkannya memberikan uang penggantian hak saja sebesar Rp.3,5 juta kepada Coliq.

PT. Gelora Mas menganggap tindakan Choliq merokok ditempat kerja dapat berakibat terjadinya kebakaran, yang sebelumnya pernah dialami oleh perusahaan. Atas pengalaman tersebut, perusahaan bersama seluruh pekerja, termasuk Choliq untuk menanda-tangani surat pernyataan tata tertib kerja, diantaranya tidak merokok diarea kerja yang pelanggaran terhadapnya digolongkan sebagai kesalahan berat. (HZ)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *