Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
418

PHI Anggap Surat Peringatan Sebagai Panggilan Kerja

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Medan | Meski Aronsius Purba meminta agar dirinya dinyatakan tidak bersalah, namun Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan, memvonis pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja Bengkel New Top Speed yang telah bekerja selama 8 tahun itu, dengan kualifikasi mengundurkan diri.

Aronsius dianggap terbukti telah tidak masuk bekerja sejak tanggal 26 Maret 2015, dan telah diberikan surat peringatan oleh Pimpinan Bengkel yang berlokasi di Jl. Gunung Krakatau, No. 182, Kota Medan itu, sebanyak 3 (tiga) kali, yaitu pada tanggal 4, 7 dan 9 April 2015. Atas dasar itu, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Mahyuti, menggunakan dasar hukum Pasal 168 ayat (1) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Menurutnya, surat peringatan yang diberikan oleh perusahaan, mempunyai esensi agar Aronsius bekerja kembali seperti biasa. “Menimbang, bahwa oleh karena esensi surat peringatan tersebut adalah meminta pekerja untuk bekerja kembali, maka dapat dipahami bahwa pada hakikatnya surat peringatan tersebut merupakan surat panggilan kerja kepada pekerja, akan tetapi tidak ditanggapi oleh pekerja”, tandasnya, Senin (23/11/2015).

“Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian, menghukum Tergugat untuk membayar hak-hak Penggugat berupa uang penggantian hak perumahan dan perobatan yang diperhitungkan sebesar Rp.4,8 juta,” ucap Hakim Mahyuti saat membacakan amar putusan dalam perkara No. 108/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Mdn. (YS)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of