Sabtu, 19 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
538

Tak Terbukti Ada PHK, PHI Perintahkan Kerja Kembali

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bandung | Tak puas dengan janji perusahaan yang telah tidak lagi menerimanya bekerja sejak 2 Maret 2015 lalu, karena menanyakan keterlambatan pembayaran upah. Yati Sumiati, dkk (8 orang) akhirnya mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung. Dalam surat gugatan bertanggal 12 Oktober 2015, yang diregister dengan perkara No. 203/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg, Yati menuntut PT. Galih Estetika Indonesia untuk mempekerjakannya kembali.

Selain bekerja kembali, Yati, dkk yang dipekerjakan dengan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak), juga menuntut pembayaran upah yang telah tidak lagi dibayarkan sejak bulan Maret 2015, dan tunjangan hari raya yang seluruhnya sebesar Rp.91,4 juta, beserta uang paksa (dwangsom) sebesar Rp. 1 juta perhari jika perusahaan lalai menjalankan putusan pengadilan.

Menanggapi tuntutan kedelapan pekerjanya, perusahaan yang berlokasi di Jl. Raya Bandorasa, No. 103, Badorasa Wetan, Cilimus, Kuningan itu, bersedia mempekerjakan kembali dengan sistem kontrak secara bertahap. Karena selama ini perusahaan tidak pernah menyatakan pemutusan hubungan kerja dengan Yati, dkk.

Terhadap dalil gugatan Yati, dkk serta jawaban perusahaan, Majelis Hakim PHI Bandung yang diketuai oleh Hakim Jonlar Purba, berpendapat, bahwa antara pekerja dengan perusahaan tidak pernah terbukti ada pemutusan hubungan kerja, baik dilakukan secara lisan maupun tulisan. “Penggugat maupun Tergugat tidak ada satupun yang mengajukan bukti surat adanya PHK, dengan demikian Majelis Hakim berkesimpulan bahwa antara para Penggugat dengan Tergugat sampai saat ini masih terikat hubungan kerja,” tegas Hakim Jonlar.

Atas dasar pertimbangan hukum itu, PHI Bandung memerintahkan perusahaan untuk mepekerjakan kembali Yati Sumiati, dkk, dan sekaligus menetapkan besaran upah dan THR tahun 2015 sebesar Rp.91,4 juta, serta pembayaran uang paksa Rp.1 juta perhari jika perusahaan lalai mempekerjakan kembali. “Menyatakan gugatan Penggugat dikabulkan sebagian,” ucap Hakim Jonlar membacakan amar putusan, Rabu (3/2/2016) lalu. (***Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of