Senin, 16 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.141

Berganti Outsourcing, PHI Nilai Kontrak Kerja Sah

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bandung | Gugatan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diajukan Eka Prasetya, dkk (3 orang) terhadap PT. Simba Indosnack Makmur ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (23/3/2016) ditolak seluruhnya.

Perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) yang dibuat antara Eka dengan PT. Triguna Bina Sejahtera, dan dilanjutkan oleh PT. Sejati Karya Mandiri selaku perusahaan penyedia jasa tenaga kerja (outsourcing), dinilai telah memenuhi ketentuan Pasal 59 ayat (4) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, demikian konklusi Majelis Hakim PHI Bandung yang dipimpin oleh Hakim Suwanto.

Sebelumnya Eka menuntut untuk dipekerjakan kembali sebagai pekerja PT. Simba, yang beralamat di Jl. Panca Sila IV, KM. 09, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Sebab, Eka pada awalnya diperjanjikan dengan PT. Simba selama 2 (dua) tahun sejak Juli 2012, lalu keesokan harinya ia menanda-tangani PKWT dengan PT. Triguna sebagai perusahaan outsourcing dan ditempatkan di PT. Simba hingga Januari 2015.

Berbeda dengan Eka, penggugat lainnya Ade Rahmawati sejak 2006 dan Jaelani Firdaus sejak 2010, selain di perjanjikan kontrak dengan PT. Triguna, juga diperjanjikan dengan perusahaan outsourcing lain, yaitu PT. Sejati Karya Mandiri. Meski demikian, PHI Bandung menilai tidak terbukti hubungan kerja ketiga pekerja dilakukan terus menerus tanpa jeda.

“Menyatakan perjanjian kerja waktu tertentu yang dibuat antara para penggugat dengan tergugat sah dan mengikat demi hukum,” tandas Hakim Suwanto membacakan amar putusan dalam perkara No. 02/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Bdg itu. (Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of