Minggu, 21 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
356

Lega, Pabrik Ban Urung Lanjutkan Gugatan 5 Miliar Terhadap Buruhnya

Gedung PN Cibinong, Bogor. (foto: transbogor.co)
Gedung PN Cibinong, Bogor. (foto: transbogor.co)

Bogor | Setelah melalui tahapan mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, sebanyak lebih dari 3 (tiga) kali. Akhirnya, Kamis (7/4) pagi tadi, yang diwakili oleh masing-masing kuasa hukumnya dari PT. Banteng Pratama Rubber selaku Penggugat dan Muhammad Arifin, dkk (27 orang) selaku para Tergugat, menanda-tangani Perjanjian Perdamaian dihadapan Hakim Mediasi PN Cibinong.

Dalam perjanjian tersebut, ditegaskan jika perusahaan produsen ban itu sudah tidak lagi mempunyai hak untuk melanjutkan gugatan yang diajukannya sejak tanggal 27 Nopember 2015 lalu. Kala itu, perusahaan tidak dapat menerima tindakan ke-27 mantan pekerjanya, yang mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung.

Atas hal itulah, perusahaan meminta kepada PN Cibinong, untuk menghukum para mantan karyawannya dengan membayar ganti rugi imateriil sebesar Rp.5,4 miliar. Nilai kerugian tersebut, sempat ditanyakan oleh Hakim Mediasi, terkait dasar perusahaan menentukan nilai besaran yang fantastis yang harus dibayar oleh para buruh. Pasalnya, perusahaan dalam gugatannya hanya mendalilkan nama baiknya merasa tercemar, akibat adanya gugatan yang diajukan mantan pekerjanya ke PHI Bandung.

Menanggapi tuntutan perusahaan yang diregister dengan perkara No. 238/Pdt.G/2015/PN.Cbi, salah satu mantan karyawan Muhammad Arifin, menyerahkan semua keputusannya kepada Hakim. Sebab, ia juga tidak menginginkan adanya gugat menggugat, apabila hak-haknya setelah terjadi pengakhiran hubungan kerja dipenuhi oleh perusahaan yang beralamat di Jl. Pahlawan, Km.1,5, Citeureup, Bogor tersebut.

Persidangan akan diagendakan kembali dua pekan kedepan oleh PN Cibinong, untuk mendengarkan pembacaan putusan perdamaian. (YS)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of