Type to search

Berita

Menuntut Bekerja dan Pesangon, Gugatan Dinyatakan Kabur

Share
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Surabaya | Gugatan yang diajukan Tajoeh Poernosaroso sejak 15 Desember 2015 lalu, terhadap PT. Borwita Citra Prima, dinyatakan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (21/3/2016) tidak dapat diterima (Niet Onvankeljike verklaard).

PHI Surabaya menilai, gugatan yang diregister dengan Nomor : 155/G/2015/PHI.Sby tersebut, antara posita (alasan gugatan) dengan pokok tuntutan (petitum) saling bertentangan. Karena, Tajoeh meminta agar pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap dirinya dinyatakan batal demi hukum, yang mempunyai akibat hukum bekerja kembali. Sedangkan dalam petitum selanjutnya, Tajoeh meminta agar dinyatakan putus hubungan kerjanya disertai dengan pembayaran uang pesangon.

“Menimbang, bahwa menurut pendapat Majelis Hakim terhadap gugatan yang demikian adalah bentuk gugatan yang saling bertentangan/kontradiksi antara posita dan petitumnya mengandung cacat formil, sehingga mengakibatkan gugatan menjadi tidak jelas dan kabur, maka Hakim menurut hukum acara haruslah menyatakan gugatan tidak dapat di terima,” tegas Hakim Jihad Arkanuddin selaku Ketua Majelis Hakim.

Tajoeh tak terima dengan PHK sepihak oleh perusahaan yang berlokasi di Jl. Raya Taman, No. 48A, Sepanjang, Sidoarjo itu. Sebab, ia merasa tidak pernah mangkir bekerja selama 5 (lima) hari berturut-turut. Dan ketidak-hadiran dirinya adalah akibat tindakan perusahaan yang menutup akses masuk bekerjanya sejak 9 Februari 2015. (YS)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *