Type to search

Berita

PKB Tak Atur Sanksi Pelanggaran Merokok, PHI Menilai Cukup Adil Putus PHK

Share
Ilustrasi. (foto: mirajnews.com)

Ilustrasi. (foto: mirajnews.com)

Bandung | Meskipun Hari Haryadi terbukti merokok pada jam dan ditempat yang dilarang di lingkungan tempatnya bekerja, di PT. Bangun Perkasa Adhitama Sentra. Namun menurut Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang berlaku di perusahaan, tidak mengatur jenis sanksi yang dapat diberikan kepada pekerja yang melakukan pelanggaran yang diatur dalam Pasal 26 PKB.

“Menimbang, bahwa akan tetapi, meskipun ada aturan atau larangan tersebut, namun PKB tidak ada mengatur sanksi apa yang diberikan kepada pekerja yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang diatur dalam Pasal 26,” jelas Hakim Jonlar Purba, Rabu (2/3/2016) di ruang sidang PHI Bandung, di Jl. Surapati, No. 47, Bandung.

Akan tetapi, walaupun di dalam PKB tidak mengatur sanksi atas tindakan merokok yang dilakukan Haryadi pada 24 November 2014. Majelis Hakim PHI Bandung menilai Haryadi layak diputuskan hubungan kerja dengan disertai pembayaran uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003.

“Menimbang, bahwa oleh karena PKB tidak mengatur sanksi terhadap pelanggaran Pasal 26, maka Majelis Hakim akan mengambil sendiri dasar hukum yaitu, keadilan sebagaimana diamanatkan Pasal 100 UU No. 2 Tahun 2004, Majelis Hakim menyatakan putus hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat terhitung sejak tanggal 1 Desember 2015 dengan mewajibkan Tergugat untuk membayar uang pesangon kepada Penggugat,” terang Hakim Jonlar.

Atas pertimbangan demikian, perusahaan hanya dihukum untuk membayar uang pesangon sebesar Rp.37,8 juta dari tuntutan sebanyak Rp.98,8 juta, seperti yang tersebut dalam surat gugatan Hari Haryadi bertanggal 1 Desember 2015, yang diregister oleh Kepaniteraan PHI Bandung dengan perkara No. 233/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg. (Yul)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *