Type to search

Berita

Putus PHK Pekerja HM Sampoerna, PHI Surabaya Gunakan Kepmen 150

Share
Ilustrasi. (foto: tribunmaluku.com)

Ilustrasi. (foto: tribunmaluku.com)

Surabaya | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, menyatakan putus hubungan kerja antara PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, dengan Anis Tri Handoko, terhitung sejak Senin (28/3/2016). Demikian diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum, yang dipimpin oleh Hakim Jihad Arkanuddin selaku Ketua Majelis Hakim.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 19/PUU-IX/2011 bertanggal 20 Juni 2012, pengaturan PHK karena perusahaan melakukan efisiensi yang diatur dalam Pasal 164 ayat (3) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang bukan diakibatkan dari kesalahan pekerja tidak dibolehkan, kecuali perusahaan tutup secara permanen.

Namun, Hakim Jihad menerapkan ketentuan Pasal 27 ayat (1) Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 150/Men/2000 tentang Penyelesaian PHK, dan Penetapan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Ganti Kerugian di Perusahaan. Dalam ketentuan tersebut, PHK pekerja perorangan yang bukan karena kesalahan pekerja, dibolehkan sepanjang pekerja dapat menerima PHK tersebut.

Dalam putusan bernomor 151/G/2015/PHI.Sby, Hakim Jihad mendasarkan pertimbangan untuk menggunakan Kepmenakertrans 150, adalah pada ketentuan Pasal 191 UU 13/2003 dan Pasal 125 ayat (2) Undang-Undang No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.

“Menimbang, bahwa oleh karenanya PHK dapat dilakukan oleh Penggugat kepada Tergugat sesuai ketentuan Pasal 191 UU 13/2003 Jo. Pasal 125 ayat (2) UU 2/2004 Jo. Pasal 27 ayat (1) Kepmenaker No. 150/Men/2000, dengan mewajibkan kepada Pengusaha untuk membayarkan hak-hak Pekerja, dengan mendapatkan uang pesangon sebesar 2 kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) UU 13/2003,” tandas Hakim Jihad. (HZ)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *