Type to search

Berita

Selama Skorsing Diberikan Upah Berbeda, Pegawai Bank Gugat Kekurangan Upah

Share
Ilustrasi. (gambar: djsn.go.id)

Ilustrasi. (gambar: djsn.go.id)

Bandung | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Jum’at (11/3/2016) mengabulkan sebagian gugatan Rukmana, dkk (48 orang). Dalam amar putusan yang diregister dengan perkara No. 206/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg itu, PT. Bank OCBC NISP Tbk dihukum untuk membayar kekurangan upah sejak tahun 2013, 2014 dan 2015 sebesar Rp.671,8 juta.

Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Maringan Marpaung, menegaskan, meskipun PHI Bandung pada 20 Oktober 2014 lalu telah menolak permohonan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Rukmana, dkk. Namun, PHI Bandung menilai, gugatan yang kini diajukan pada 13 Oktober 2015 lalu, adalah gugatan perselisihan hak.

Lebih lanjut Hakim Maringan mengatakan, perusahaan yang berkantor cabang di Jl. Taman Cibeunying, No. 31, Kota Bandung itu, telah menjatuhkan skorsing kepada pekerja yang hingga kini belum dicabut. Selama masa skorsing sejak tahun 2013, Rukmana diberikan upah yang berbeda 10% dengan pekerja yang masih bekerja.

“Dirasakan adil dan patut untuk para Penggugat, karena kenaikan upahnya tidak disamakan dengan karyawan lainnya yang masih bekerja, maka para Penggugat tetap harus menerima kenaikan sebesar 10% dari upah yang terakhir diterima oleh para Penggugat yang harus dibayar Tergugat,” tegasnya. (YS)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *