Rabu, 18 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
464

Tak Dapat Buktikan Ahli Waris, Gugatan Dinyatakan Tidak Diterima

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Surabaya | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya, menyatakan gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK), disertai dengan pembayaran uang pesangon dan upah selama tidak dipekerjakan sebesar Rp.137,5 juta, yang diajukan oleh Dwi Ernawati terhadap Pemilik Toko Planet One Group, tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard).

Dwi menggugat melalui PHI Surabaya pada 21 Desember 2015 yang diregister dengan perkara No. 153/G/2015/PHI.Sby, lantaran ia dianggap mengundurkan diri oleh perusahaan sejak 25 Agustus 2013. Alasannya adalah, karena Dwi dianggap tidak masuk bekerja sejak libur lebaran pada tanggal 24 Agustus 2013, namun alasan tersebut ditolak oleh pihak perusahaan dan tidak diperkenankan lagi masuk bekerja.

Menurut PHI Surabaya, Dwi telah mendalilkan fakta adanya kecelakaan pesawat terbang pada 28 Oktober 2014 yang ditumpangi oleh Pemilik Toko tempatnya bekerja, yang mengakibatkan pengusaha pada toko yang berada di Pasar Atum, Tunjungan Plaza, BG Junction itu, meninggal dunia. Namun, Dwi dianggap tidak dapat membuktikan ahli waris dari pemilik toko tersebut, yang kini ia jadikan sebagai Tergugat.

 “Bahwa oleh karena tidak ada bukti tentang surat keterangan ahli waris pengusaha Toko Planet One Group kepada Tergugat I dan Tergugat II, maka Majelis Hakim berpendapat, gugatan Penggugat tidak memenuhi subyek gugatan perselisihan hubungan industrial, yakni perselisihan antara pengusaha dan pekerja, sesuai ketentuan Pasal 1 angka 5 jo. Pasal 1 angka 25 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, dengan demikian gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima,” tandas Hakim Jihad Arkanuddin selaku Ketua Majelis Hakim, Senin (29/2/2016). (Haf)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of