Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
641

Tak Pernah Nyatakan PHK, Putusan PHI Dinilai Mengambang

Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.
Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.

Jakarta | Dianggap tak memuat mengenai kelanjutan hubungan kerjanya, Supriyanto, dkk tak terima dengan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Gresik. Dalam amar Putusan No. 2/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Gsk tanggal 16 April 2015 lalu, gugatan Supriyanto ditolak seluruhnya, tanpa menjelaskan statusnya untuk bekerja kembali atau tidak.

Hal tersebut, menjadi salah satu alasan kasasi Supriyanto, dkk. Dalam memori kasasi bertanggal 6 Mei 2015, mereka mengutip pertimbangan hukum Majelis Hakim PHI Gresik, yang menyatakan tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) antara Supriyanto dengan PT. Artawa Indonesia. Namun, putusan tersebut dinilai mengambang, karena tidak menjelaskan status dan hak-haknya selama tidak dipekerjakan sejak Agustus 2014.

Menanggapi alasan-alasan kasasi Supriyanto, Majelis Hakim Kasasi pada Mahkamah Agung (MA) di Jakarta, menilai PHI Gresik telah tepat dalam pertimbangan hukumnya. Sebab, PHK yang terjadi adalah pengakhiran atas hubungan kerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), yang telah berdasarkan Pasal 61 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003.

Dalam amar putusan No. 639 K/Pdt.Sus-PHI/2015 bertanggal 26 Nopember 2015, MA menolak seluruh permohonan kasasi Supriyanto, Zaini, Hasan Basri dan Imam Syafi’i, atas Putusan PHI Gresik yang telah lebih dahulu menolak tuntutan pembayaran uang pesangon sebesar Rp.2,5 juta per orang tersebut. (YS)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of