Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
383

Baru Dikontrak Setelah 24 Tahun Bekerja, PHI Hukum Bayar Pesangon

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Medan | Bekerja sejak bulan Mei 1989 tanpa perjanjian kerja, tiba-tiba Berlin Sinaga diwajibkan untuk menanda-tangani perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) pada 1 Mei 2013 oleh PT. Sere Megawati. Sinaga dikontrak sebanyak dua kali, yaitu periode 1 Mei 2013 hingga 30 April 2014, lalu dilanjutkan tanggal 1 Mei 2014 sampai 30 April 2015.

Namun setelah berakhirnya kontrak kedua, Sinaga tetap bekerja seperti biasa hingga pada akhir Juni 2015 diputuskan hubungan kerja dengan alasan pulang lebih awal dari yang seharusnya. Terhadap pemecatannya sepihak tersebut, Sinaga menggugat perusahaannya itu ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan, dengan tuntutan pembayaran uang pesangon sebesar Rp. 61,7 juta.

Menanggapi gugatan Sinaga, perusahaan yang berlokasi di Jl. Brigjen Katamso, No. 66 C-D, Medan itu, menilai mantan pekerjanya telah mencuri koran dan kedapatan tertidur saat jam kerja. Sehingga, PT. Sere Megawati merasa tidak mempunyai kewajiban untuk memberikan uang pesangon.

Dalam pertimbangan hukumnya pada Putusan No. 210/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Mdn, PHI mendapatkan fakta bahwa hubungan kerja antara Berlin Sinaga dengan perusahaan tidak terputus-putus sejak bulan Mei 1989 hingga Juni 2015. Selain itu menurut PHI, perubahan status dari pekerja tetap menjadi pekerja tidak tetap, tidaklah dapat dibenarkan oleh hukum ketenagakerjaan yang berlaku.

Atas hal tersebut, PHI Medan menghukum perusahaan untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp. 44,6 juta. (Yul)

1
Leave a Reply

avatar
0 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of