Type to search

Berita

Berprofesi Sebagai Agen Asuransi, MA Nilai Tidak Ada Hubungan Kerja

Share
Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) membatalkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Kupang No. 01/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Kpg tanggal 4 Mei 2015. PHI kala itu mengabulkan sebagian gugatan istri dari Alm. Nikolaus Djeramu, yaitu dengan memerintahkan PT. Asuransi Jasa Indonesia membayar sejumlah uang pesangon, uang jamsostek, tunjangan hari raya dan tunjangan kematian sebesar Rp. 164 juta.

Menurut MA, Alm. Nikolaus Djeramu yang berprofesi sebagai agen asuransi, tidak memiliki hubungan kerja dengan PT. Asuransi Jasa Indonesia. “Sesuai Pasal 1 ayat (10) UU No. 2 Tahun 1992 diubah dengan UU No. 40 Tahun 2014, yang menentukan bahwa Agen Asuransi adalah seseorang dalam badan hukum yang kegiatannya memberikan jasa dalam memasarkan jasa asuransi untuk dan atas nama Penanggung,” ujar Hakim Agung Supandi membacakan pertimbangan hukum dalam Putusan No. 467 K/Pdt.Sus-PHI/2015.

Atas pertimbangan demikian, MA menilai pendapatan agen asuransi berdasarkan hasil yang didapatnya, oleh hasil usaha untuk menjual jasa dengan demikian dapat dilihat dari penerimaan yang bersifat tidak lengkap. “Bahwa oleh karena agen bukanlah seorang pekerja sehingga perkara a quo tidak dapat diterima, karena jelas kedudukan seorang agen bukanlah seorang pekerja,” lanjut Hakim Agung Supandi, Kamis (10/9/2015) lalu di Gedung MA, Jakarta.

Sebelumnya, Theresia K Genok mewakili almarhum suaminya yang telah bekerja sejak September 1988, menggugat perusahaan yang berkantor cabang di Jalan Veteran, Nomor 7, Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang itu, ke PHI. Theresia beralasan suaminya telah meninggal dunia karena kecelakaan kerja pada 15 Januari 2014, sehingga berhak atas uang pesangon, dan hak-hak lain yang seharusnya almarhum terima. (Yul)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *