Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
551

BNP2TKI Janji Dua Minggu Beri Jawaban Bantuan Tanggap Darurat

Gedung Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jl. Jend. MT Haryono, Jakarta.
Gedung Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jl. Jend. MT Haryono, Jakarta.

Jakarta | Sebanyak 16 Anak Buah Kapal (ABK) Trinidad and Tobago, Jum’at (29/4) kemarin, mendatangi kantor Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), di Jl. MT. Haryono, Jakarta Selatan. Mereka meminta BNP2TKI segera meindak-lanjuti surat dari BP3TKI Semarang, terkait pemberian bantuan ‘Tanggap Darurat’ bagi TKI bermasalah.

Dengan didampingi oleh Serikat Pekerja Indonesia Luar Negeri (SPILN), perwakilan dari 16 ABK tersebut, ditemui staff Direktur Mediasi dan Advokasi BNP2TKI, Fitroh. Dalam pertemuan tertutup tersebut, BNP2TKI berjanji akan mengambil sikap, dan akan mengadakan rapat internal dengan Kepala BNP2TKI, terkait surat yang diajukan oleh Kuasa Hukum dari 16 orang ABK. “Kami akan membentuk Tim Khusus untuk pembahasan surat yang telah diajukan teman-teman ABK melalui BP3TKI, terkait pelaksanaan Peraturan Kepala BNP2TKI tentang Pemberian Bantuan Tanggap Darurat Bagi TKI Bermasalah,” ujarnya.

Seperti diakui oleh perwakilan SPILN, Sujarwo, kemungkinan besar apabila ke 16 ABK ini diberikan bantuan tangap darurat, maka seluruh ABK Trinidad and Tobago yang berjumlah sebanyak 203 orang, juga akan menyusul untuk mengajukan permohonan yang sama. Menurutnya, BNP2TKI meminta waktu 2 pekan untuk memberikan jawaban ke BP3TKI Semarang. Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa apabila anggaran yang ada tidak mencukupi, maka BNP2TKI dapat mengatur mekanisme pemberiannya secara bertahap, tandasnya ketika di temui di kantor SPILN, Cakung, Jakarta Timur. (Jar/Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of