Type to search

Sekitar Kita

Hari Buruh, Indonesia Ramaikan dengan Aksi, Diskusi hingga Berlibur

Share
Barisan massa aksi KASBI perlahan dekati Istana Merdeka.

Barisan massa aksi KASBI perlahan dekati Istana Merdeka.

Jakarta | Seperti tak berkesudahan, peringatan hari buruh Internasional yang dilakukan setiap tanggal 1 Mei atau Mayday, menjadi agenda rutin bagi pekerja dan serikat pekerja diseluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Hari yang teramat bersejarah bagi buruh di dunia ini, merupakan waktu yang menjadi wajib diingat bagi kaum buruh, saat gerakan seratus ribu buruh mampu mempengaruhi aturan jam kerja.

Perjuangan pengurangan jam kerja di Amerika Serikat sejak tahun 1806, yang mulanya selama 19-20 jam hingga menjadi 8 jam kerja sehari pada tahun 1886, adalah dengan cara aksi demonstrasi dan mogok kerja, yang diawali dengan mengorganisir para buruh pabrik, berdiskusi hingga menggelar aksi.

Berdasarkan catatan buruh-online.com, di Indonesia sendiri, perjuangan terhadap tuntutan agar Pemerintah kembali mengakui Mayday sebagai hari libur sejak tidak lagi diperingati setelah tahun 1966, butuh waktu yang tidak sebentar. Kala itu, buruh yang bergabung dalam Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), menggelar peringatan Mayday di tahun 1995. Lalu di susul pada tahun-tahun berikutnya, hingga akhirnya 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur oleh Pemerintah dimulai tahun 2014.

Peringati Mayday, SPOI gelar diskusi perburuhan di Ciloto, Puncak, Bogor.

Peringati Mayday, SPOI gelar diskusi perburuhan di Ciloto, Puncak, Bogor.

Pada peringatan Mayday 2016 kali ini, para serikat pekerja di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi merencanakan gelaran aksi unjuk rasa yang menyebar setidaknya di tiga titik, yaitu di Istana Merdeka, Gedung DPR/MPR dan Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (1/5). Para buruh yang berasal dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), dan Serikat Pekerja Nasional (SPN), meramaikan jalan seputaran tiga titik pusat unjuk rasa tersebut.

Selain aksi unjuk rasa, buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Otomotif Indonesia (SPOI) menggelar diskusi perburuhan di Ciloto, Puncak, Bogor. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun dan merekatkan rasa kebersamaan antar anggota. Menurut Ketua SPOI, Muchson Karyana, kegiatan diskusi yang diselenggarakan merupakan rangkaian dari outing tahunan organisasinya.

Berbeda dengan dua jenis kegiatan yang diadakan oleh para serikat pekerja, Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan menghimbau para buruh untuk memanfaatkan momen libur peringatan hari buruh dengan tidak melakukan aksi. Jelang 1 Mei, Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri menyampaikan ucapan selamat hari buruh dengan memperkenalkan istilah baru, May Day is a Holiday. (Yul)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *