Kamis, 18 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
417

Jelang Lebaran Hanya Diberi Uang Pisah, PHI Menangkan Inul Vizta

Voucher Inul Vizta Family KTV Palembang. (foto : madontiaramadhan.blogspot.com)
Voucher Inul Vizta Family KTV Palembang. (foto : madontiaramadhan.blogspot.com)
Voucher Inul Vizta Family KTV Palembang. (foto : madontiaramadhan.blogspot.com)

Palembang | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Palembang, menolak seluruhnya atas gugatan yang diajukan oleh Hafiz Kurnia, dkk terhadap Inul Vizta Family KTV (CV. Vizta Jaya) Palembang. Dalam dalil gugatannya, Hafiz tidak dapat menerima pengakhiran hubungan kerja terhitung sejak bulan Juni 2015.

Penyebab Hafiz, dkk yang mulai bekerja antara 2-7 tahun itu menolak adalah, karena Inul Vizta hanya memberikan uang pisah yang rata-rata hanya sebesar Rp. 1 juta hingga Rp. 1,5 juta perorangnya. Menurut Hafiz, besaran uang yang mereka terima tidaklah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku, dan dilakukan saat mereka sedang membutuhkan banyak biaya menyambut hari raya idul fitri (lebaran).

Tak terima digugat lebih dari Rp. 300 juta, perusahaan walaraba yang berada di Jl. Angkatan 45, Kota Pelambang itu, menganggap hubungan kerja yang didasarkan pada perjanjian kerja kontrak dengan Hafiz, dkk telah selesai bersamaan dengan di tanda-tanganinya Perjanjian Bersama (PB) bertanggal 17 Juni 2015.

Terhadap permasalahan tersebut, PHI Palembang dalam mendasarkan amar putusannya bernomor 57/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Plg, pada PB yang isinya menyebutkan, dengan telah diterimanya uang kompensasi terhadap pemutusan hubungan kerja, maka kedua pihak sepakat segala hak dan kewajiban para pihak telah selesai, serta para pihak tidak akan menuntut apapun dikemudian hari.

“Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Penggugat dengan Tergugat telah melakukan musyawarah dan mufakat, dan telah juga dibuatkan Perjanjian Bersama, maka secara hukum hubungan hukum antara Penggugat dan Tergugat telah selesai, oleh karenanya gugatan Penggugat dalam perkara a quo yang meminta hak-hak atas pengakhiran hubungan kerja terkait dengan pengakhiran tersebut haruslah ditolak untuk seluruhnya,” tegas Hakim Deson Togatorop, Rabu (24/2/2016) lalu. (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of