Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
399

MA Kembali Potong Upah Proses

Gedung Mahkamah Agung, Jakarta (foto: news.detik.com)
Gedung Mahkamah Agung, Jakarta (foto: news.detik.com)

Jakarta | Dengan dasar keadilan dan praktek-praktek peradilan selama ini, Mahkamah Agung (MA) mengubah besaran upah proses selama pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Syafrizal, dari 9 (sembilan) bulan upah menjadi 6 (enam) bulan. Demikian pertimbangan hukum MA sebagaimana tertuang dalam Putusan Nomor 589 K/Pdt.Sus-PHI/2015.

“Menimbang, bahwa terlepas dari pertimbangan tersebut di atas, Mahkamah Agung berpendapat bahwa putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Padang harus diperbaiki sepanjang mengenai upah proses,” jelas Hakim Agung Mahdi Soroinda Nasution, Senin (30/11/2015) lalu, di gedung MA, Jakarta.

Sebelumnya, PHI Padang telah mengabulkan sebagian gugatan Syafrizal terhadap PT. Bank Rakyat Indonesia Wilayah Padang. Dalam Putusan No. 7/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Pdg tanggal 12 Juni 2015, PHI Padang menghukum perusahaan untuk membayar kompensasi pesangon kepada Syafrizal yang mendapatkan upah Rp. 6,8 juta perbulan itu, beurpa uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sebesar 32,2 bulan, ditambah dengan upah proses dari bulan September 2014 sampai dengan Mei 2015.

Perselisihan pemutusan hubungan kerja tersebut, bermula dari terbitnya Surat Keputusan (SK) Mutasi terhadap Syafrizal dari Padang ke Dharmasraya hingga berujung adanya SK PHK, dengan alasan pelanggaran disiplin. Tak terima dengan PHK tersebut, Syafrizal mengajukan gugatan PHK ke PHI Padang dengan tuntutan upah dan pesangon. (Yul)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of