Type to search

Berita

MA Ubah Putusan Bekerja Kembali Jadi PHK

Share
Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.

Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.

Jakarta | Permohonan kasasi yang diajukan oleh PT. Cipta Mortar Utama melalui kuasa hukumnya, Salahudin Gaffar  & Associates, dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA). Dalam amar putusan bernomor 575 K/Pdt.Sus-PHI/2015, MA membatalkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung Nomor 30/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Bdg tanggal 3 Juni 2015, yang sebelumnya telah memerintahkan perusahaan untuk mempekerjakan kembali Maryanto.

MA menuding PHI Bandung telah salah dan keliru serta tidak tepat dalam menerapkan hukum. Pasalnya, MA meilai adil jika maksud pemutusan hubungan kerja yang dilakukan perusahaan dikabulkan. Sebab, selain Maryanto selaku pekerja telah tidak hadir atas penolakannya terhadap mutasi yang telah diputuskan oleh perusahaan. MA juga turut mempertimbangkan keadaan perusahaan yang tidak lagi bersedia melanjutkan hubungan kerja.

“Bahwa tidak hadirnya Penggugat di tempat kerja baru, adalah karena penolakan Penggugat atas mutasi yang dilakukan, namun karena salah satu pihak sudah tidak menginginkan hubungan kerja dilanjutkan, maka adalah adil pemutusan hubungan kerja terhadap Penggugat dengan kompensasi pesangon 1 x ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebagaimana Pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sebagaimana Pasal 156 ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 serta upah proses 6 bulan,” terang Hakim Agung Yakup Ginting, Rabu (28/10/2015) lalu, di Gedung MA, Jakarta.

Sebelumnya, Maryanto telah memenangkan gugatan yang ia daftarkan ke PHI Bandung. Kala itu, Majelis Hakim PHI yang diketuai oleh Hakim Suwanto menilai, pelarangan bekerja sejak tanggal 7 Januari 2013 yang dilakukan oleh perusahaan yang berada di Kawasan MM2100, Bekasi tersebut terhadap Maryanto yang sekaligus sebagai Ketua Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Aneka Industri, adalah bagian dari upaya untuk membubarkan serikat pekerja yang beraffiliasi dengan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) itu. (Haf)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *